Muktamar ke-35 NU Dituntut Mampu Jawab Tantangan Organisasi dan Wariskan Legacy bagi Masa Depan

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), berbagai kalangan mulai mengemukakan pandangan mengenai arah organisasi ke depan. Salah satu sorotan datang dari akademisi NU, Zainul Maarif, yang menilai Muktamar tidak cukup hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan strategis organisasi sekaligus melahirkan warisan (legacy) bagi masa depan NU.
Pandangan tersebut disampaikan Zainul Maarif dalam Halaqah Pra Muktamar bertajuk "Quo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Umat?" yang digelar di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026) malam.
Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian para peserta Muktamar ialah arah pembangunan organisasi setelah kepemimpinan baru terbentuk. Ia menilai pembahasan mengenai masa depan NU harus melampaui persoalan teknis organisasi maupun pergantian pengurus.
"Salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah sebenarnya legacy selanjutnya apa?" ujar Zainul.
Baca Juga: PBNU Finalisasi SK Peserta Muktamar ke-35 NU, Verifikasi 594 Kepengurusan Masih Berlangsung
Ia menekankan bahwa NU memiliki tanggung jawab besar sebagai organisasi keagamaan sekaligus organisasi sosial yang telah memberikan kontribusi penting bagi bangsa. Karena itu, kepemimpinan yang lahir melalui Muktamar diharapkan mampu menghadirkan gagasan besar yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurut Zainul, pembahasan mengenai masa depan NU juga tidak dapat dilepaskan dari peran ulama sebagai penggerak utama organisasi. Ulama, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin keagamaan, tetapi juga harus menjadi ilmuwan yang mampu melahirkan pemikiran-pemikiran strategis bagi kemajuan bangsa.
"Nah kalau ulama itu adalah ilmuwan seharusnya sampai taraf itu di mana NU selanjutnya adalah ladang yang di situ Indonesia akan menuai para ilmuwan yang sangat kompeten sangat banyak dan itu sudah dimulai sejak minimal sejak zaman Kyai Said Aqil Siradj," katanya.
Ia berharap tradisi intelektual yang selama ini berkembang di lingkungan NU dapat terus diperkuat sehingga organisasi mampu mencetak lebih banyak ilmuwan, akademisi, dan pemikir yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Diskusi pra-Muktamar tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, di antaranya Ketua PBNU Savic Ali, Wakil Sekretaris Jenderal PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Amin Mudzakir, serta Pengurus Lembaga Dakwah PBNU Achmad Ikrom.
Berbagai pandangan yang berkembang dalam forum tersebut menjadi bagian dari dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Baca Juga: 32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Selain menentukan kepemimpinan baru, Muktamar juga diharapkan menjadi momentum untuk merumuskan arah strategis organisasi dalam menghadapi tantangan keumatan, kebangsaan, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga perubahan sosial di masa depan.
Sejumlah agenda strategis juga tengah dipersiapkan PBNU, mulai dari finalisasi kepesertaan Muktamar, penetapan lokasi penyelenggaraan, hingga penyusunan roadmap Nahdlatul Ulama untuk 25 tahun mendatang.
Dengan demikian, hasil Muktamar diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga menghadirkan visi besar yang mampu memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan, sosial, dan intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar









