Ponpes Kempek Cirebon Berpeluang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

AKURAT.CO Pondok Pesantren Kempek di Kabupaten Cirebon berpeluang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Peluang tersebut menguat setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) melakukan survei langsung ke sejumlah pondok pesantren di Cirebon, Sabtu (4/7/2026).
Selain Pondok Pesantren Kempek, tim PBNU juga meninjau Pondok Buntet Pesantren dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan lokasi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, akses transportasi, akomodasi, hingga dukungan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Muktamar yang diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: 32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, mengatakan tim melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap seluruh aspek yang menjadi syarat penyelenggaraan Muktamar.
"Kami melakukan survei untuk memastikan kesiapan lokasi dari berbagai sisi, baik transportasi, akomodasi maupun akses pendukung lainnya. Karena kegiatan ini akan menghadirkan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah," ujar KH Abu Yazid saat melakukan survei di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, Muktamar ke-35 NU diproyeksikan dihadiri sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi. Di luar peserta, ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah juga diperkirakan akan hadir untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang menjadi agenda lima tahunan organisasi tersebut.
Karena itu, lokasi penyelenggaraan harus memiliki kapasitas memadai, akses yang mudah dijangkau, serta fasilitas pendukung yang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta dan tamu.
Meski demikian, KH Abu Yazid menegaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut belum menentukan lokasi final penyelenggaraan Muktamar. Hasil survei akan disampaikan kepada panitia pusat sebagai bahan evaluasi sebelum diputuskan dalam rapat PBNU.
"Kami tidak menentukan satu lokasi. Di Kabupaten Cirebon ada tiga pesantren yang kami survei. Tugas tim adalah menyampaikan hasil temuan di lapangan secara objektif untuk menjadi bahan pertimbangan panitia pusat," katanya.
Kabupaten Cirebon dinilai memiliki modal kuat sebagai kandidat tuan rumah karena memiliki sejumlah pondok pesantren besar yang telah berpengalaman menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. Kehadiran Pondok Pesantren Kempek, Buntet Pesantren, dan Babakan Ciwaringin menjadi daya dukung tersendiri bagi Cirebon dalam bersaing dengan daerah lain.
Sebelumnya, PBNU telah menetapkan lima provinsi sebagai kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian khusus karena memiliki beberapa pesantren dengan kapasitas besar.
Baca Juga: Lima Provinsi Bersaing Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Lokasi Final Dibahas Pekan Depan
Keputusan akhir mengenai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan akan ditetapkan oleh PBNU setelah seluruh hasil survei dari berbagai daerah selesai dibahas dalam rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah.
Hingga saat ini, Pondok Pesantren Kempek tetap menjadi salah satu kandidat yang berpeluang menjadi tuan rumah bersama sejumlah pesantren lain yang sedang menjalani proses penilaian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat






