Jelang Muktamar ke-35 NU, Muncul Narasi Tiga Kubu; PBNU Belum Putuskan Lokasi Penyelenggaraan

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika internal organisasi mulai menjadi sorotan publik setelah beredarnya narasi visual yang memetakan konfigurasi dukungan menjadi tiga poros menjelang forum tertinggi NU tersebut.
Namun hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan lokasi resmi pelaksanaan muktamar dan belum mengeluarkan keputusan terkait konfigurasi dukungan sebagaimana beredar di ruang publik.
Berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Adapun lokasi penyelenggaraan masih dalam tahap kajian dan peninjauan sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Berpeluang Pimpin PBNU, Singgung Rekam Jejak Ketua Umum
Narasi yang beredar membagi dinamika menjelang muktamar ke dalam tiga kecenderungan besar. Pertama, kelompok yang disebut mendukung kesinambungan struktur tertentu di lingkungan PBNU dan menghendaki lokasi muktamar berada di kawasan perkotaan seperti Jakarta atau Surabaya.
Kedua, kelompok yang disebut masih menginginkan keberlanjutan kepemimpinan petahana dengan preferensi lokasi di kawasan pesantren. Ketiga, kelompok yang mengusung gagasan perubahan dan menginginkan regenerasi kepemimpinan tanpa menjadikan lokasi sebagai faktor utama.
Namun demikian, informasi tersebut belum merupakan posisi resmi organisasi dan tidak tercantum dalam keputusan formal PBNU maupun hasil Munas-Konbes NU. Sampai saat ini, PBNU hanya menyampaikan bahwa penentuan lokasi muktamar akan dilakukan melalui mekanisme penilaian yang mempertimbangkan sejumlah aspek.
Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, Prof. Mohammad Nuh, sebelumnya menjelaskan bahwa terdapat sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, di antaranya dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatra Barat. Penetapan akhir akan dilakukan setelah proses peninjauan oleh tim yang dibentuk PBNU.
Menurut PBNU, terdapat empat parameter utama dalam menentukan lokasi Muktamar ke-35 NU, yakni kelayakan sarana dan prasarana, aspek keamanan, kesiapan finansial daerah penyelenggara, serta pertimbangan spiritual yang selama ini menjadi karakter pengambilan keputusan di lingkungan NU.
Baca Juga: Menhaj Resmi Tutup Operasional Haji 2026, Klaim Biaya Turun dan Angka Kematian Jemaah Menurun
Muktamar ke-35 NU dipandang memiliki arti strategis karena menjadi muktamar pertama pada abad kedua perjalanan NU. Forum tersebut tidak hanya menentukan kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan, tetapi juga arah penguatan khidmah organisasi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Sumber: Jelajah Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









