Akurat Logo

Niat Puasa Asyura 10 Muharram: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Jadwal 2026

Lufaefi | 25 Juni 2026, 13:09 WIB
Niat Puasa Asyura 10 Muharram: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Jadwal 2026
Niat Puasa Muharram (google image)

AKURAT.CO Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, di antaranya menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Menjelang pelaksanaan puasa Asyura, umat Islam dianjurkan memahami bacaan niat serta mengetahui perbedaan jadwal yang tahun ini muncul karena perbedaan penetapan awal Muharram.

Untuk pelaksanaan puasa Asyura, niat dapat dibaca sejak malam hari sebelum berpuasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.

Dalam fikih, niat pada malam hari menjadi ketentuan utama untuk puasa wajib. Namun untuk puasa sunah, seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari selama sejak terbit fajar belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga: Menag Canangkan 10 Muharram Jadi Lebaran Yatim dan Disabilitas

Apabila baru memutuskan berpuasa pada pagi hari, niat yang dapat dibaca sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاء أَوِ الْعَاشُورَاء لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.

Tahun 2026 terdapat perbedaan penetapan awal Muharram sehingga jadwal puasa Tasu'a dan Asyura juga berbeda.

Berdasarkan kalender pemerintah melalui Kementerian Agama dan penetapan Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Jadwalnya sebagai berikut:

• Puasa Tasu'a (9 Muharram): Rabu, 24 Juni 2026
• Puasa Asyura (10 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026

Sementara itu, Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026 setelah melakukan istikmal karena hilal tidak terlihat saat rukyat.

Jadwal versi NU:

• Puasa Tasu'a (9 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026
• Puasa Asyura (10 Muharram): Jumat, 26 Juni 2026

Perbedaan tersebut terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing lembaga. Pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyat yang diputuskan melalui sidang isbat. Muhammadiyah menggunakan metode hisab melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sedangkan NU menggunakan rukyatul hilal dan istikmal apabila hilal belum memenuhi kriteria.

Baca Juga: Kenapa NU Beda dengan Pemerintah dalam Menentukan 1 Muharram 1448 H? Begini Penghitungannya

Perbedaan jadwal ini merupakan bagian dari tradisi fikih Islam yang telah berlangsung lama dan tidak mengurangi nilai maupun keutamaan ibadah yang dijalankan. Yang terpenting, pelaksanaan puasa dilakukan sesuai pedoman yang diyakini dan disertai niat yang benar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi