Akurat Logo

9 Amalan Setelah Pulang Haji, Agar Ibadah Konsisten Setelah Jalani Rukun Islam ke Lima

Lufaefi | 11 Juni 2026, 06:09 WIB
9 Amalan Setelah Pulang Haji, Agar Ibadah Konsisten Setelah Jalani Rukun Islam ke Lima
Ilustrasi Amalan Setelah Pulang Haji (Google Image)

AKURAT.CO Menunaikan ibadah haji merupakan puncak perjalanan spiritual seorang Muslim. Setelah melewati berbagai rangkaian ibadah di Tanah Suci, mulai dari thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga berbagai amalan lainnya, seorang jamaah kembali ke tanah air dengan harapan memperoleh predikat haji mabrur.

Namun, kemabruran haji tidak hanya ditandai oleh selesainya rangkaian manasik, melainkan juga oleh perubahan sikap dan kualitas ibadah setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

Banyak ulama menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya suatu amal adalah munculnya amal saleh berikutnya. Oleh karena itu, menjaga konsistensi ibadah setelah pulang haji menjadi sangat penting. Semangat yang tumbuh selama berada di Makkah dan Madinah hendaknya terus dipelihara agar tidak hilang ditelan kesibukan dunia.

Rasulullah Saw. bersabda:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: “Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut sembilan amalan yang dapat dijaga setelah pulang haji agar kualitas ibadah tetap terpelihara dan semangat spiritual terus bertumbuh.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Sunah Dua Rakaat Setelah Pulang Haji

Pertama, menjaga sholat lima waktu secara disiplin. Ketika berada di Tanah Suci, jamaah biasanya sangat bersemangat melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Kebiasaan baik tersebut seharusnya tetap dipertahankan setelah pulang. Sholat merupakan tiang agama sekaligus ukuran utama kualitas keislaman seseorang. Allah Swt. berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103).

Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Selama menjalankan ibadah haji, banyak jamaah mengisi waktu dengan tilawah. Kebiasaan tersebut hendaknya tidak berhenti setelah kembali ke rumah.

Membaca Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya beberapa halaman, akan menjaga kedekatan hati dengan Allah Swt. sekaligus menjadi sumber ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Ketiga, memperbanyak zikir dan doa. Haji adalah ibadah yang sarat dengan zikir. Talbiyah, takbir, tahmid, dan berbagai doa senantiasa mengiringi perjalanan jamaah.

Oleh sebab itu, setelah pulang haji seorang Muslim dianjurkan untuk tetap membasahi lisannya dengan kalimat-kalimat zikir seperti سبحان الله, الحمد لله, لا إله إلا الله, dan الله أكبر. Zikir yang rutin akan menjaga hati dari kelalaian.

Keempat, menjaga akhlak yang baik kepada sesama. Salah satu tujuan utama haji adalah pembinaan akhlak. Allah Swt. berfirman:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

Artinya: “Barang siapa yang menetapkan niatnya untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh berkata kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan selama mengerjakan haji.” (QS. Al-Baqarah: 197).

Nilai-nilai kesabaran, kelembutan, dan pengendalian diri yang dilatih selama haji hendaknya terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Menteri Haji Usul Tambahan Anggaran Rp1,84 Triliun untuk Perkuat Layanan Jemaah Tahun 2027

Kelima, memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial. Haji mengajarkan persaudaraan dan kepedulian kepada sesama Muslim tanpa membedakan suku, bangsa, ataupun status sosial. Setelah pulang, semangat berbagi perlu terus dipelihara melalui sedekah, membantu tetangga, mendukung kegiatan keagamaan, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Keenam, menjaga silaturahmi. Setelah pulang dari haji, biasanya seseorang akan banyak dikunjungi keluarga, kerabat, dan tetangga. Momentum ini dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga tali persaudaraan. Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketujuh, membiasakan sholat-sholat sunah. Salah satu kebiasaan jamaah selama di Tanah Suci adalah memperbanyak ibadah sunah. Setelah kembali ke tanah air, kebiasaan tersebut dapat dipertahankan melalui sholat rawatib, sholat dhuha, sholat tahajud, maupun berbagai ibadah sunah lainnya. Amalan-amalan tersebut menjadi penyempurna bagi kekurangan dalam ibadah wajib.

Kedelapan, terus menuntut ilmu agama. Haji seharusnya menjadi titik awal untuk semakin mendalami ajaran Islam. Mengikuti majelis taklim, kajian keislaman, atau membaca literatur keagamaan akan membantu menjaga semangat keberagamaan. Dengan ilmu yang memadai, seseorang akan lebih mudah mengamalkan ajaran agama secara benar dan konsisten.

Kesembilan, senantiasa menjaga keikhlasan dan melakukan muhasabah diri. Sepulang haji, seseorang sering memperoleh penghormatan dari masyarakat. Namun, penghormatan tersebut tidak boleh membuatnya terjebak pada rasa bangga atau riya. Sebaliknya, ia harus terus mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadahnya. Muhasabah akan membantu seseorang tetap rendah hati dan menyadari bahwa seluruh amal hanya diterima karena rahmat Allah Swt.

Pada akhirnya, haji bukanlah akhir perjalanan spiritual seorang Muslim, melainkan awal dari kehidupan yang lebih baik. Kemabruran haji tidak cukup dibuktikan dengan gelar atau status sosial, tetapi tercermin dalam perubahan perilaku, ketekunan beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama.

Dengan menjaga sembilan amalan tersebut, seorang Muslim dapat mempertahankan semangat ibadah yang diperoleh di Tanah Suci dan menjadikannya sebagai bekal untuk meraih ridha Allah Swt. sepanjang hayat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi