Petugas Kesehatan Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Dimakamkan di Makkah

AKURAT.CO Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji Indonesia 1447 H/2026 M. Seorang petugas kesehatan haji Indonesia, dr. Fitri Rezkiani, wafat saat menjalankan tugas pelayanan bagi jemaah di Tanah Suci, Arab Saudi.
Dokter yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) UPG 38 tersebut mengembuskan napas terakhir pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang menurun.
Kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan petugas haji, serta ratusan jemaah yang selama ini mendapatkan pendampingan dan pelayanan kesehatan darinya selama musim haji berlangsung.
Baca Juga: Badal Haji Fiktif Terbongkar, Kemenhaj dan KJRI OTT Oknum KBIH, Kerugian Capai Rp1,4 Miliar
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Baubau, Halking, membenarkan kabar wafatnya dr. Fitri. Menurutnya, informasi tersebut diterima dari petugas haji yang berada di Arab Saudi pada Minggu malam waktu setempat.
“Pada 7 Juni 2026 pukul 23.00 waktu Arab Saudi, anggota kami dr. Fitri meninggal dunia. Alhamdulillah, sebelum dimakamkan beliau sempat dishalatkan di Masjidil Haram,” ujar Halking.
Ia menyebut prosesi shalat jenazah di Masjidil Haram merupakan kehormatan yang sangat besar bagi seorang Muslim, terlebih bagi petugas yang wafat ketika sedang mengabdi melayani tamu-tamu Allah di Tanah Suci.
“Jutaan manusia mendoakan beliau. Kita berharap almarhumah mendapatkan husnul khatimah,” katanya.
Hingga kini, pihak Kementerian Haji dan Umrah masih menunggu dokumen resmi terkait penyebab wafatnya almarhumah dari otoritas kesehatan Arab Saudi. Namun berdasarkan informasi awal, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kelelahan akibat tingginya intensitas tugas selama operasional haji.
Menurut Halking, dr. Fitri memiliki tanggung jawab besar sebagai petugas kesehatan yang mendampingi ratusan jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Penyebab kematiannya belum bisa dipastikan karena surat keterangan kematian belum selesai. Dugaan sementara karena kelelahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah,” jelasnya.
Sebagai petugas kesehatan Kloter UPG 38, almarhumah bertugas melayani dan memantau kesehatan sekitar 393 jemaah haji yang berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara, antara lain Kota Baubau, Kabupaten Bombana, Buton Selatan, Muna, Muna Barat, dan Kolaka.
Peran petugas kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah haji dinilai sangat vital, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem, aktivitas ibadah yang padat, serta tingginya risiko kesehatan yang dialami jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.
Baca Juga: Menhaj: Kuota Haji Indonesia 2027 Tetap Mengacu 221 Ribu Jamaah
Wafatnya dr. Fitri menjadi pengingat akan dedikasi para petugas haji Indonesia yang tidak hanya melayani, tetapi juga mengorbankan tenaga, waktu, bahkan nyawa demi memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Pemerintah Indonesia melalui penyelenggara haji menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Kepergian dr. Fitri di Tanah Suci meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Semangat dan dedikasinya menjadi teladan bagi seluruh petugas yang mengemban amanah melayani tamu Allah di musim haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver




