Akurat Logo

Idul Adha di Tengah Derita Gaza: Ribuan Warga Gagal Berhaji dan Tak Mampu Berkurban

Lufaefi | 28 Mei 2026, 10:38 WIB
Idul Adha di Tengah Derita Gaza: Ribuan Warga Gagal Berhaji dan Tak Mampu Berkurban
Warga Gaza Tak Mampu Berkurban (Instagram @dwichan)

AKURAT.CO Saat jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan merayakan Idul Adha 1447 H/2026 M, suasana berbeda justru dirasakan warga Palestina di Jalur Gaza.

Konflik berkepanjangan, penutupan perbatasan, krisis pangan, serta gelombang pengungsian membuat ribuan warga Gaza gagal menunaikan ibadah haji dan tidak mampu melaksanakan ibadah kurban.

Penutupan perbatasan yang masih berlangsung akibat konflik menyebabkan ribuan calon jamaah haji asal Gaza kehilangan kesempatan berangkat ke Makkah. Padahal, sebagian dari mereka telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Cak Imin Ajak Jemaah Haji Doakan Presiden dan Pemimpin Bangsa di Arafah

Salah seorang warga Gaza, Soheil Al-Kurdi (53), mengaku telah memperoleh persetujuan keberangkatan haji sejak tahun 2023 bersama saudara perempuannya. Namun pecahnya perang membuat seluruh rencana tersebut batal terlaksana.

“Kami tidak bisa pergi. Namun kami tetap berharap suatu saat perbatasan dibuka sehingga kami dapat menunaikan ibadah haji dan mengunjungi tanah suci,” ujarnya dari tenda pengungsian di kawasan Khan Younis.

Soheil kini hidup sebagai pengungsi setelah berkali-kali berpindah tempat akibat konflik yang terus berlangsung. Ia kehilangan rumah, anggota keluarga, serta berbagai harta benda yang dimilikinya.

Di tengah kondisi tersebut, warga Gaza juga tidak dapat merasakan tradisi Idul Adha sebagaimana biasanya. Penyembelihan hewan kurban yang menjadi salah satu syiar penting hari raya nyaris tidak ditemukan tahun ini.

Kelangkaan hewan ternak akibat perang, rusaknya peternakan, serta tingginya harga membuat hewan kurban berada di luar jangkauan sebagian besar masyarakat.

Suasana yang lazimnya dipenuhi aktivitas keluarga, pasar yang ramai, dan persiapan penyembelihan hewan kurban kini berubah menjadi kesunyian yang dibayangi kesedihan.

Banyak warga lebih disibukkan dengan upaya bertahan hidup, mencari anggota keluarga yang hilang, hingga merawat korban luka akibat serangan yang masih terjadi.

Laporan sejumlah lembaga kemanusiaan menunjukkan kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Rumah sakit menerima korban baru hampir setiap hari, sementara keterbatasan fasilitas kesehatan dan logistik semakin menyulitkan proses penanganan korban.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga Gaza tetap berusaha menjaga semangat spiritual Idul Adha. Mereka melaksanakan salat Id di area pengungsian, di antara reruntuhan bangunan dan masjid yang hancur akibat perang. Takbir dan doa tetap menggema meskipun suasana hari raya jauh dari kondisi normal.

Para tokoh masyarakat setempat mengajak warga untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kesabaran dan keteguhan iman.

Mereka berharap konflik segera berakhir sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali pulih, termasuk kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dan kurban pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Perbatasan Ditutup, Ribuan Calon Jemaah Haji Gaza Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan peningkatan bantuan bagi warga Gaza. Mereka menilai situasi yang terjadi saat ini telah menghilangkan banyak aspek kehidupan normal masyarakat, termasuk pelaksanaan berbagai tradisi keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam.

Bagi warga Gaza, Idul Adha tahun 2026 menjadi hari raya yang sarat keprihatinan. Di saat jutaan umat Islam merayakan momentum pengorbanan dan kebersamaan, mereka harus menjalani hari raya di tengah pengungsian, kelaparan, dan ketidakpastian masa depan.

Meski demikian, harapan untuk memperoleh kedamaian dan kesempatan beribadah secara normal tetap terjaga di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi