Akurat Logo

Perbatasan Ditutup, Ribuan Calon Jemaah Haji Gaza Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Lufaefi | 28 Mei 2026, 10:18 WIB
Perbatasan Ditutup, Ribuan Calon Jemaah Haji Gaza Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Jemaah haji dari berbagai dunia (MCH)

AKURAT.CO Ribuan calon jemaah haji asal Jalur Gaza dipastikan gagal menunaikan ibadah haji tahun 2026 akibat penutupan perbatasan yang berkepanjangan di tengah konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Ketika jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Padang Arafah untuk menjalankan wukuf sebagai puncak ibadah haji, ribuan warga Gaza hanya dapat mengikuti suasana musim haji dari kamp-kamp pengungsian tempat mereka bertahan hidup.

Salah seorang calon jemaah haji, Soheil Al-Kurdi (53), pengungsi asal Rafah, mengaku telah memperoleh persetujuan keberangkatan haji sejak tahun 2023 bersama saudara perempuannya. Seluruh dokumen perjalanan, termasuk paspor dan berkas administrasi lainnya, telah dipersiapkan jauh hari.

Namun pecahnya perang dan ditutupnya akses perbatasan membuat keberangkatan mereka ke Arab Saudi tidak dapat terlaksana.

Baca Juga: DPR Dorong Revisi UU BPKH, Dana Haji Jemaah Antrean Dinilai Belum Beri Manfaat Adil

“Kami tidak bisa pergi. Tetapi kami tetap berharap dapat menunaikan haji dan mengunjungi tanah suci. Kami berharap perbatasan dibuka sehingga masyarakat dapat berangkat haji,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2026).

Saat ini Soheil tinggal di tenda pengungsian di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Sejak konflik berkecamuk, ia mengaku telah berpindah tempat pengungsian hingga sembilan kali.

Dalam perang tersebut, ia kehilangan saudara perempuannya, seorang putra, serta rumah empat lantai miliknya yang hancur pada tahun 2024.

Kondisi serupa dialami ribuan calon jemaah lainnya yang telah lama menantikan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Penutupan jalur perlintasan membuat mereka tidak memiliki akses untuk keluar dari Gaza menuju titik keberangkatan haji.

Meski menghadapi keterbatasan dan situasi kemanusiaan yang sulit, warga Gaza tetap berupaya menjaga semangat spiritual selama musim haji. Mereka mengisi hari-hari dengan berdoa, membaca Al-Qur’an, dan mengikuti perkembangan pelaksanaan haji dari kejauhan.

Baca Juga: Timwas Haji DPR Soroti Kasur Tipis di Armuzna, Dinilai Kurang Layak bagi Jemaah

Bagi banyak warga Palestina, kegagalan berangkat haji tahun ini bukan hanya kehilangan kesempatan beribadah, tetapi juga menjadi simbol penderitaan berkepanjangan yang mereka alami akibat konflik yang belum berakhir.

Di tengah jutaan jemaah yang melantunkan talbiyah di Tanah Suci, ribuan calon jemaah Gaza hanya bisa memanjatkan harapan agar suatu saat dapat menginjakkan kaki di Makkah dan Madinah serta menunaikan ibadah haji dengan tenang dan aman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi