Akurat Logo

Timwas Haji DPR Soroti Keterlambatan Bus dan Distribusi Konsumsi Jemaah di Armuzna

Lufaefi | 28 Mei 2026, 05:36 WIB
Timwas Haji DPR Soroti Keterlambatan Bus dan Distribusi Konsumsi Jemaah di Armuzna
Jemaah Haji di Muzdalifah (Facebook Image)

AKURAT.CO Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti sejumlah kendala operasional yang dialami jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Permasalahan utama yang ditemukan ialah keterlambatan armada bus penjemput dan distribusi konsumsi bagi jemaah.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Nasir Djamil, mengungkapkan temuan tersebut diperoleh saat melakukan pemantauan di Maktab 602, Makkah. Menurutnya, persoalan serupa sebenarnya telah berulang dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami menemukan masalah keterlambatan bus yang menjemput jemaah haji, kemudian ada juga makanan yang terlambat diberikan, bahkan ada yang tidak diberikan sama sekali,” ujar Nasir Djamil, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai persoalan tersebut perlu segera dibenahi karena berdampak langsung terhadap kenyamanan serta kesiapan fisik jemaah menghadapi fase puncak ibadah haji.

Baca Juga: Jemaah Haji Dilarang Lempar Jumrah Siang Hari, PPIH: Cuaca Mina Sangat Panas

Menurut Nasir, pengelolaan operasional haji dalam skala besar memang bukan perkara mudah. Namun, pengalaman panjang Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji seharusnya dapat menjadi dasar evaluasi dan mitigasi agar persoalan yang sama tidak terus berulang.

“Kita memahami mengurus ratusan ribu jemaah dari seluruh Indonesia bukan hal sederhana. Tetapi pengalaman bertahun-tahun mestinya membuat mitigasi terhadap berbagai potensi masalah bisa dilakukan lebih baik,” katanya.

Timwas Haji DPR RI meminta pemerintah dan penyelenggara haji segera melakukan pembenahan teknis secara cepat dan menyeluruh, khususnya pada sektor transportasi dan distribusi konsumsi.

Sorotan ini muncul di tengah padatnya aktivitas jemaah pada fase Armuzna. Sebelumnya, otoritas Arab Saudi dan PPIH juga mengeluarkan sejumlah kebijakan pengamanan, termasuk pembatasan aktivitas lempar jumrah pada pukul 10.00–14.00 WAS akibat cuaca ekstrem yang mencapai lebih dari 45 derajat Celsius.

Baca Juga: Puncak Haji 2026: Lebih dari 1,6 Juta Jemaah Wukuf di Arafah, Mengenang Khutbah Terakhir Rasulullah Saw

Pemerintah Indonesia terus mengimbau jemaah agar menjaga kondisi kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta tidak memaksakan diri selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi