Akurat Logo

Jemaah Haji Dilarang Lempar Jumrah Siang Hari, PPIH: Cuaca Mina Sangat Panas

Lufaefi | 28 Mei 2026, 05:31 WIB
Jemaah Haji Dilarang Lempar Jumrah Siang Hari, PPIH: Cuaca Mina Sangat Panas
Jemaah Haji Lempar Jumroh di Mina (KSA)

AKURAT.CO Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) karena cuaca ekstrem dan kepadatan di area Jamarat.

Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Ian Heryawan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari otoritas Arab Saudi demi menjaga keselamatan jemaah.

“Seluruh jemaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan bahwa pukul 10.00 pagi hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda,” ujar Ian dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Puncak Haji 2026: Lebih dari 1,6 Juta Jemaah Wukuf di Arafah, Mengenang Khutbah Terakhir Rasulullah Saw

Ia menjelaskan, suhu di Mina dan jalur menuju Jamarat mencapai tingkat yang sangat panas dengan kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara. Karena itu, seluruh jemaah Indonesia diminta tetap berada di tenda selama jam larangan berlangsung.

“Kami memerintahkan seluruh jajaran petugas di lapangan melaksanakan instruksi ini dengan sebaik-baiknya demi keamanan dan kenyamanan jemaah,” katanya.

Pada 10 Dzulhijjah, jutaan jemaah melaksanakan lempar jumrah aqabah. Sementara pada hari tasyrik, jemaah yang mengambil nafar awal akan melanjutkan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah pada 11–12 Dzulhijjah. Adapun jemaah nafar tsani melanjutkan hingga 13 Dzulhijjah.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalur Mina menuju Jamarat sangat padat. Banyak jemaah dari berbagai negara terlihat kelelahan akibat suhu tinggi dan desakan massa.

PPIH juga mengimbau jemaah Indonesia agar tidak memaksakan diri saat area jamarat dipenuhi jemaah dari negara lain yang memiliki postur tubuh lebih besar. Selain itu, jemaah diminta tidak melawan arus ketika selesai melempar jumrah.

“Sebaiknya setelah melempar jumrah, jemaah mengikuti arus pergerakan, bergeser perlahan hingga keluar area dengan aman,” ujar Ian.

Baca Juga: Lebih dari 1,6 Juta Jemaah Haji Wukuf di Arafah, Suasana Khusyuk Warnai Puncak Haji 2026

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi juga menerapkan pengaturan ketat selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) guna memastikan kelancaran ibadah haji 1447 Hijriah. Lebih dari 1,6 juta jemaah dari seluruh dunia tercatat mengikuti puncak ibadah haji tahun ini di Arafah.

Pemerintah Indonesia terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak minum air, menggunakan alat pelindung dari panas, serta mematuhi arahan petugas demi menghindari risiko kelelahan dan heatstroke selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi