Puncak Haji 2026 Dimulai, Pergerakan Jemaah ke Arafah Dibagi Tiga Gelombang

AKURAT.CO Kementerian Haji dan Umrah RI mulai mematangkan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah sebagai awal rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Keberangkatan jemaah dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah dan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang.
Pembagian gelombang dilakukan guna memastikan pergerakan ratusan ribu jemaah berjalan tertib, aman, dan lancar selama proses perpindahan dari hotel di Makkah menuju Arafah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, mengatakan pendorongan jemaah akan dibagi ke dalam tiga trip keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
“Pada keesokan harinya 8 Zulhijjah, pendorongan jemaah Indonesia dari hotel menuju ke Arafah juga akan mulai dilakukan secara bertahap. Pergerakan jemaah akan dibagi dalam tiga trip, yaitu pukul 7 pagi, pukul 11.30 siang, dan pukul 16.30 sore waktu Arab Saudi,” ujar Maria, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Dorong Revisi UU BPKH untuk Perkuat Nilai Manfaat Dana Haji
Menurutnya, skema tersebut diterapkan untuk menghindari kepadatan selama mobilisasi jemaah menuju lokasi puncak haji.
Kementerian juga mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi jadwal yang telah ditentukan serta mengikuti arahan petugas kloter, petugas sektor, hingga pembimbing ibadah selama proses pergerakan berlangsung.
“Kami menghimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal arahan petugas kloter, petugas sektor, pembimbing ibadah serta seluruh petugas layanan di lapangan. Jangan bergerak sendiri, jangan mendahului jadwal, dan kami harapkan untuk tidak terpisah dari rombongan,” kata Maria.
Ia menegaskan fase Armuzna merupakan tahapan paling penting dan paling padat dalam rangkaian ibadah haji sehingga membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah.
Selain proses transportasi, pemerintah juga terus mematangkan berbagai layanan penunjang di Armuzna. Mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, layanan kesehatan, hingga penempatan petugas di sejumlah titik layanan.
“Karena fase Armuzna ini adalah tahapan paling penting, paling padat, dan juga paling membutuhkan kesiapan fisik, mental serta kedisiplinan dari seluruh jemaah. Karena itu seluruh layanan terus dimatangkan mulai dari kesiapan tenda, penempatan jemaah, transportasi, layanan kesehatan dan juga konsumsi,” lanjutnya.
Baca Juga: Timwas Haji DPR: Keikhlasan Jemaah untuk Haji Tak Boleh Kurangi Hak-hak Mereka di Tanah Suci
Sementara itu, satuan tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan bagi jemaah haji Indonesia siap digunakan selama fase puncak haji berlangsung.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan kedisiplinan jemaah serta kesiapan petugas di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




