Akurat Logo

Puncak Haji 2026 Dibayangi Perang Timur Tengah Lagi, Arab Saudi Kerahkan Ribuan Tentara

Lufaefi | 23 Mei 2026, 05:48 WIB
Puncak Haji 2026 Dibayangi Perang Timur Tengah Lagi, Arab Saudi Kerahkan Ribuan Tentara
Puncak haji dihantui perang Timur Tengah (MCH)

AKURAT.CO Pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 Hijriah tahun 2026 berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi pun menyiapkan ribuan personel militer dan kepolisian untuk mengamankan jalannya ibadah haji, khususnya menjelang fase Armuzna.

Puncak ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina diperkirakan mulai berlangsung pada 25 Mei 2026. Lebih dari 1,6 juta jemaah dari berbagai negara dipadati di Kota Suci Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah tersebut.

Situasi tahun ini berbeda dibanding musim haji sebelumnya. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas sejak awal Ramadan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pengamanan diperketat.

Baca Juga: Kronologi Jemaah Haji Indonesia yang Hilang 7 Hari di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia

Arab Saudi bahkan menggelar parade militer besar-besaran di jalanan Kota Makkah pada Kamis (21/5/2026). Parade itu dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Komite Tertinggi Haji Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef.

Otoritas Saudi menurunkan kendaraan tempur, pasukan keamanan, hingga unit khusus antikerusuhan sebagai bagian dari kesiapan pengamanan jutaan jemaah haji.

Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letnan Jenderal Mohammed bin Abdullah Al-Bassami menegaskan seluruh aparat telah disiagakan untuk melayani dan menjaga keamanan jemaah.

“Pemimpin kami telah mengerahkan segala kapabilitas dan energi untuk melayani para tamu Allah,” ujar Al-Bassami seperti dikutip media lokal Arab Saudi.

Baca Juga: Mohamad Firdaus, Jemaah Haji Asal Jakarta yang Sempat Hilang di Makkah Ditemukan Wafat

Selain pengamanan jalur dan titik-titik keramaian, aparat juga meningkatkan patroli di kawasan Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama puncak ibadah haji berlangsung.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh rangkaian ibadah haji tetap berjalan normal dan aman bagi seluruh jemaah dari berbagai negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi