Akurat Logo

Kronologi Jemaah Haji Indonesia yang Hilang 7 Hari di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia

Lufaefi | 23 Mei 2026, 05:41 WIB
Kronologi Jemaah Haji Indonesia yang Hilang 7 Hari di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia
Mohamad Firdaus Jemaah Haji Indonesia Wafat (google image)

AKURAT.CO Jemaah haji Indonesia asal kloter JKG 27, Muhammad Firdaus Ahlan, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tujuh hari pencarian.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengungkap, Firdaus ditemukan pada Jumat dini hari (22/5/2026) waktu setempat saat aparat Saudi melakukan patroli di kawasan perbukitan sekitar pemondokan jemaah.

Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Muftiono, menjelaskan bahwa aparat menemukan Firdaus sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan Jabal Kuday, yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari hotel tempat almarhum menginap di Makkah.

Baca Juga: Mohamad Firdaus, Jemaah Haji Asal Jakarta yang Sempat Hilang di Makkah Ditemukan Wafat

Sebelumnya, Firdaus dilaporkan hilang sejak Jumat, 15 Mei 2026. Setelah menerima laporan, PPIH Arab Saudi bersama petugas sektor, petugas kloter, dan otoritas Arab Saudi langsung melakukan pencarian intensif di sejumlah titik.

Tim pencarian menyisir area sekitar hotel, jalur yang biasa dilalui jemaah, hingga kawasan menuju tempat ibadah di sekitar Masjidil Haram.

PPIH Arab Saudi kemudian memastikan Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat. Pemerintah Indonesia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Hasan Afandi, saat konferensi pers di Makkah.

Pihak PPIH juga memastikan pelaksanaan badal haji untuk almarhum akan dilakukan oleh petugas haji Indonesia.

Selain itu, petugas haji mengapresiasi semua pihak yang turut membantu proses pencarian, mulai dari keluarga, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, hingga masyarakat Indonesia yang ikut mendoakan.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi petugas haji, khususnya terkait pengawasan terhadap jemaah lanjut usia. PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah agar lebih peduli terhadap sesama, terutama lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus.

Baca Juga: DPR RI Beri Catatan Soal Layanan Jemaah Lansia pada Penyelenggaraan Haji 2026

“Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” kata Hasan.

Ia menegaskan, kepedulian antarsesama jemaah sangat penting untuk mencegah risiko tersesat atau terpisah dari rombongan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kepedulian antarsesama jemaah penting untuk mengurangi risiko tersesat atau terpisah dari rombongan,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi