Akurat Logo

Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Ketentuan Syariat Islam

Lufaefi | 19 Mei 2026, 05:34 WIB
Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Ketentuan Syariat Islam
Hewan kurban dalam Islam (google image)

AKURAT.CO Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam mulai mempersiapkan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Selain menjadi syariat yang penuh nilai spiritual, kurban juga mengandung pesan sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama kaum dhuafa.

Oleh sebab itu, memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai ketentuan syariat menjadi hal yang sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

Baca Juga: Program Kurban Digital Bidik Pemberdayaan Peternak Desa

Dalam Islam, hewan kurban harus memenuhi syarat tertentu, baik dari segi jenis, usia, maupun kondisi fisiknya. Hewan yang diperbolehkan untuk kurban adalah kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta.

Masing-masing memiliki ketentuan usia minimal. Kambing harus berusia minimal satu tahun, domba minimal enam bulan apabila sudah tampak besar dan sehat, sedangkan sapi dan kerbau minimal dua tahun.

Selain usia, kondisi fisik hewan juga menjadi perhatian utama. Rasulullah SAW melarang umatnya berkurban dengan hewan yang cacat. Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلَعُهَا، وَالْكَسِيرَةُ الَّتِي لَا تُنْقِي

Artinya: “Ada empat hewan yang tidak sah dijadikan kurban: hewan yang jelas buta sebelah matanya, hewan yang jelas sakitnya, hewan yang pincang nyata pincangnya, dan hewan yang sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Hadis tersebut menjadi pedoman penting bagi umat Islam agar tidak asal membeli hewan kurban. Hewan yang sehat biasanya memiliki ciri-ciri fisik yang aktif, mata cerah, bulu bersih, nafsu makan baik, dan tidak mengalami luka atau penyakit kulit. Selain itu, perhatikan cara berjalan hewan, pernapasan, serta kondisi tubuhnya agar tidak tampak lemas atau terlalu kurus.

Masyarakat juga dianjurkan membeli hewan kurban dari tempat yang terpercaya dan memiliki pemeriksaan kesehatan dari petugas terkait. Saat ini, banyak penjual hewan kurban yang telah bekerja sama dengan dinas peternakan atau dokter hewan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular. Langkah ini penting demi menjaga kualitas daging dan kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsinya.

Di samping memperhatikan kesehatan hewan, umat Islam juga dianjurkan memilih hewan terbaik sesuai kemampuan. Allah SWT berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Artinya: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37).

Baca Juga: Bank Aladin Hadirkan Layanan Kurban Digital Bersama Baznas

Ayat tersebut menegaskan bahwa esensi kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan menghadirkan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena itu, memilih hewan yang baik dan layak menjadi bagian dari penghormatan terhadap syariat.

Melalui pemilihan hewan kurban yang sehat dan sesuai ketentuan Islam, ibadah kurban tidak hanya sah secara hukum agama, tetapi juga membawa manfaat sosial dan kesehatan bagi masyarakat. Iduladha pun menjadi momentum memperkuat kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi antar sesama umat manusia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi