Akurat Logo

298 Calon Jemaah Haji asal Lumajang Jatim Gagal Berangkat Tahun Ini, Ada Apa?

Lufaefi | 12 Mei 2026, 06:24 WIB
298 Calon Jemaah Haji asal Lumajang Jatim Gagal Berangkat Tahun Ini, Ada Apa?
Ilustrasi: Jemaah Haji Lumajang Gagal Berangkat (Akurat.co)

AKURAT.CO Sebanyak 298 calon jemaah haji asal Kabupaten Lumajang dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Kabar ini menimbulkan kesedihan mendalam, terutama bagi para calon jamaah yang telah menunggu antrean keberangkatan selama bertahun-tahun.

Dalam laporan media lokal Jawa Timur, dikutip Selasa (12/5/2026) disebutkan bahwa ratusan calon jamaah gagal berangkat karena berbagai faktor, mulai dari persoalan kesehatan, administrasi, hingga belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan haji Indonesia kini semakin ketat, terutama terkait aspek istithaah kesehatan atau kemampuan fisik jamaah untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pemerintah memang mulai memberi perhatian serius terhadap kondisi kesehatan calon jamaah, terutama kelompok lanjut usia dan penderita penyakit bawaan.

Langkah ini dilakukan setelah tingginya angka jamaah sakit bahkan wafat pada awal musim haji dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Benarkah Jemaah Haji Berfoto di Masjidil Haram Bakal Didenda Rp46 Juta?

Cuaca panas ekstrem Arab Saudi yang bisa menembus lebih dari 40 derajat Celsius menjadi salah satu tantangan terbesar. Dalam kondisi seperti itu, jamaah dengan penyakit jantung, gangguan paru-paru, diabetes berat, atau kondisi fisik lemah sangat rentan mengalami penurunan kesehatan.

Selain faktor kesehatan, persoalan administrasi juga masih menjadi penyebab tertundanya keberangkatan jamaah. Mulai dari dokumen yang belum lengkap, paspor bermasalah, hingga keterlambatan pelunasan biaya haji.

Bagi masyarakat Indonesia, kegagalan berangkat haji tentu bukan persoalan biasa. Banyak calon jamaah sudah mempersiapkan diri sejak lama, bahkan ada yang telah berpamitan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Karena itu, kabar batal berangkat sering kali memunculkan tekanan psikologis yang cukup berat, terutama bagi jamaah lanjut usia yang khawatir tidak lagi mendapatkan kesempatan berangkat di tahun berikutnya.

Di sisi lain, pengetatan proses seleksi ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan pemerintah dalam penyelenggaraan haji. Fokusnya bukan hanya memberangkatkan jamaah sebanyak mungkin, tetapi memastikan jamaah benar-benar siap secara fisik, mental, dan administratif.

Kasus 298 calon jamaah asal Lumajang ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa persiapan haji harus dilakukan jauh sebelum masa keberangkatan tiba. Bukan hanya menyiapkan biaya dan dokumen, tetapi juga menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Baca Juga: Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Perkuat Pelindungan Jemaah dari Praktik Ilegal

Apalagi masa tunggu haji Indonesia sangat panjang. Di sejumlah daerah, antrean keberangkatan bisa mencapai puluhan tahun. Karena itu, menjaga kesehatan sejak dini menjadi bagian penting dari persiapan spiritual menuju Tanah Suci.

Bagi calon jamaah yang gagal berangkat tahun ini, peluang tetap terbuka pada musim haji mendatang, selama seluruh persyaratan kesehatan dan administrasi dapat dipenuhi kembali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi