Da’i Muda Kemenag Ingatkan Bahaya Bandingkan Hidup dengan Standar Media Sosial

AKURAT.CO Da’i Muda Kementerian Agama (Kemenag), Salwa Sabila, S.Ag., mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai standar utama dalam menilai kehidupan. Hal itu disampaikannya dalam tayangan di akun TikTok Akurat.co, Jumat (20/3/2026) pukul 17.45 WIB.
Dalam sesi tanya jawab tersebut, Salwa menanggapi pertanyaan warganet terkait fenomena seseorang yang hidupnya selalu merasa tertinggal karena membandingkan diri dengan standar yang ada di TikTok.
“Kini banyak orang yang hidupnya selalu bergantung pada standar media sosial. Akhirnya mereka suka membandingkan diri, merasa kurang, dan merasa tertinggal,” ujarnya.
Menurutnya, rasa takut dan pesimistis sering kali bukan muncul dari realitas hidup yang sebenarnya, melainkan dari apa yang terus-menerus dikonsumsi di media sosial.
“Kadang bukan hidup kita yang buruk, tetapi kita terlalu sering melihat potongan-potongan kehidupan orang lain,” jelasnya.
Salwa kemudian mengutip Surah Al-Hadid ayat 20, yang menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, perhiasan dan ajang saling berbangga dalam harta serta keturunan.
“Allah sudah mengingatkan bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan serta ajang berbangga-banggaan,” katanya.
Ia menilai, kebiasaan membandingkan proses diri sendiri dengan hasil akhir orang lain dapat membuat satu kegagalan kecil terasa sangat besar. Padahal, dalam hidup seseorang terdapat banyak kebaikan dan pencapaian yang sering terlupakan.
“Kita sering membandingkan proses diri kita dengan hasil orang lain. Akhirnya satu kegagalan hari ini terasa seperti kegagalan besar, padahal kita punya banyak hari baik sebelumnya,” tuturnya.
Salwa mengajak masyarakat untuk lebih bersyukur dan tidak larut dalam arus media sosial. Ia juga mendorong agar setiap individu melakukan refleksi diri sebelum menyalahkan keadaan.
“Apakah karena satu masalah hari ini, kita melupakan seribu kebaikan yang Allah berikan sebelumnya?” ujarnya.
Ia menegaskan agar media sosial tidak dijadikan poros kehidupan. Menurutnya, media sosial seharusnya hanya menjadi sarana pendukung, bukan penentu nilai diri seseorang.
“Jangan jadikan media sosial sebagai sumbu kehidupan. Jadikan ia hanya teman samping, bukan pusat hidup kita,” pungkasnya.
Rangkaian Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 ini terselenggara dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), yang berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan program dakwah selama bulan suci Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









