Akurat Logo

Dosen STAINI Parung Bogor: Rasa Lelah Bisa Jadi Karena Hati Jauh dari Zikir

Lufaefi | 7 Maret 2026, 18:00 WIB
Dosen STAINI Parung Bogor: Rasa Lelah Bisa Jadi Karena Hati Jauh dari Zikir
Ustazah Lukita Fahriana, M.A. (Akurat.co)

AKURAT.CO Dosen STAINI Parung Bogor, Ustazah Lukita Fahriana, M.A., menjelaskan fenomena rasa lelah tanpa sebab yang jelas dalam tayangan di akun TikTok Akurat.co, Sabtu (7/3/2026) pukul 17.45 WIB.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Lukita menanggapi pertanyaan warganet yang mengaku sering merasa sangat lelah, namun tidak mengetahui penyebabnya.

“Rebahan capek, kerja capek, scroll TikTok juga capek. Bahkan tidur lalu bangun lagi tetap capek,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kelelahan fisik, melainkan bisa jadi karena faktor mental dan spiritual. Ia menilai masyarakat saat ini hidup di era “comparison culture”, yakni kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Baca Juga: Kultum Ramadhan, Ustaz Marjuki Hasanuddin: Jadikan Ramadhan sebagai Kekuatan Spiritual dan Moral

“Lihat orang lain sukses kita merasa gagal. Lihat orang lain bahagia kita merasa minder. Padahal Allah tidak pernah menyuruh kita menjadi versi orang lain,” katanya.

Lukita menjelaskan, di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak orang mengalami “low battery” secara emosional karena hati jarang diajak berdialog dan mengingat Allah.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang menyebutkan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

“Hati tenang itu bukan karena banyak harta atau tinggi jabatan, tetapi karena kita banyak mengingat Allah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri ketika menghadapi kondisi hidup yang terasa berat. Mengutip nasihat seorang ulama, Lukita menyampaikan bahwa gangguan dalam kehidupan bisa menjadi tanda untuk memperbaiki diri, bukan sekadar menyalahkan keadaan.

“Kalau hidup terasa berantakan, bisa jadi Allah ingin kita berhenti sejenak untuk introspeksi agar menjadi manusia yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, agama bukan hanya berbicara soal halal dan haram, melainkan juga arah kehidupan. Salat disebutnya bukan sekadar kewajiban, tetapi ruang paling aman untuk mengadu. Doa pun bukan tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa seseorang masih memiliki harapan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Puasa Tanpa Sholat, Apakah Otomatis Batal? Ini Jawabannya dalam Kultum Ramadhan Akurat.co

“Kita boleh capek, tapi jangan jauh dari Allah. Kita boleh jatuh, tapi jangan berhenti berharap kepada-Nya,” katanya.

Kegiatan ini didukung oleh Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi