Forum Zakat Gelar Zakat Goes to Campus 2025 di Enam Kampus, Dorong Literasi Zakat Generasi Muda

AKURAT.CO Forum Zakat (FOZ) menyelenggarakan program Zakat Goes to Campus (ZGTC) 2025 di enam perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya memperkuat literasi dan partisipasi zakat di kalangan generasi muda. Program ini berlangsung sepanjang Oktober hingga Desember 2025 dan menyasar mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Enam kampus yang menjadi lokasi pelaksanaan ZGTC 2025 meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, serta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten.
Berbeda dari pendekatan literasi zakat yang selama ini identik dengan ekonomi syariah, ZGTC 2025 secara khusus menyasar fakultas lintas disiplin, termasuk fakultas hukum. Pendekatan ini dilakukan untuk memperluas perspektif zakat sebagai instrumen keagamaan, sosial, sekaligus kebijakan publik, serta mendorong penguatan tata kelola zakat di masa depan.
Baca Juga: Aturan Baru Zakat Jadi Pengurang Pajak: Ini Isi Lengkap PMK 114/2025
Dalam rangkaian kegiatannya, ZGTC 2025 mengangkat sejumlah isu strategis, seperti literasi zakat di kalangan anak muda, isu kemanusiaan Palestina, hingga pencerdasan publik terkait Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Zakat. Forum Zakat juga menggandeng sejumlah tokoh muda dan influencer nasional, di antaranya Sherly Annavita, Chiki Fawzi, dan Wanda Hamida.
Selain itu, FOZ berkolaborasi dengan pimpinan universitas, Kementerian Agama RI, Kantor Wilayah Kemenag, serta BAZNAS di tingkat provinsi untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan ekosistem filantropi Islam.
Forum Zakat menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam penguatan zakat nasional. Saat ini, anak muda tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari kelompok produktif dengan kemampuan ekonomi dan kepemilikan aset yang terus berkembang. Karena itu, literasi zakat dinilai penting untuk membangun kesadaran distribusi kekayaan agar dampak zakat lebih luas dan berkelanjutan.
Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan pelaksanaan ZGTC, salah satunya di Kota Malang. Wakil Wali Kota Malang, H. Ali Muthohirin, dalam keynote speech menyoroti masih rendahnya partisipasi zakat masyarakat, termasuk di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
“Banyak yang mengira zakat hanya zakat fitrah. Padahal zakat profesi dan zakat mal justru memberi dampak besar. Mahasiswa pun sebenarnya punya kemampuan untuk berinfak, tetapi kesadarannya yang belum tumbuh,” ujarnya kepada Akurat.co, Kamis (29/1/2026).
Ali Muthohirin juga menekankan pentingnya integrasi data kemiskinan antara pemerintah daerah dan lembaga zakat agar penanganan mustahik lebih tepat sasaran. Kota Malang sendiri tercatat memiliki lebih dari 34 ribu penduduk miskin yang membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk dengan lembaga filantropi.
Dari kalangan akademisi, Wakil Dekan I FEB Universitas Brawijaya, Prof. Ananda Sabil Hussein, menyebut kampus memiliki peran strategis sebagai jembatan antara isu zakat dan dunia mahasiswa.
“Zakat itu berat kalau disampaikan secara berat. Tapi kalau dikemas kreatif seperti Zakat Goes to Campus, pesan zakat bisa lebih diterima generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, potensi filantropi masyarakat Indonesia sangat besar dan dapat menjadi penggerak ekonomi jika dikelola secara profesional dan akuntabel.
Di sejumlah kampus, seperti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, program ZGTC bahkan mendorong diskusi lanjutan mengenai rencana pembukaan program studi ekonomi syariah serta pengembangan lembaga zakat berbasis universitas.
Melalui Zakat Goes to Campus 2025, Forum Zakat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang literasi zakat di lingkungan akademik sebagai bagian dari penguatan arsitektur zakat nasional dan pembangunan sosial yang inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah





