Akurat

Mengenal Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, Ayah dari ‘Sleeping Prince’ yang Wafat Usai 20 Tahun Koma

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Juli 2025, 07:30 WIB
Mengenal Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, Ayah dari ‘Sleeping Prince’ yang Wafat Usai 20 Tahun Koma

AKURAT.CO Kabar wafatnya Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dijuluki sebagai Sleeping Prince, membawa duka mendalam tidak hanya bagi keluarga Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengikuti kisah panjangnya selama dua dekade dalam kondisi koma.

Di balik sosok Al Waleed, berdirilah figur penting dalam keluarga kerajaan, yakni ayahnya, Pangeran Khaled bin Talal Al Saud — seorang bangsawan yang dikenal luas karena pandangan religiusnya dan posisinya yang cukup unik di dalam dinasti Al Saud.

Cucu Sang Pendiri Kerajaan

Pangeran Khaled bin Talal merupakan salah satu cucu Raja Abdulaziz Al Saud, pendiri dan pemersatu Kerajaan Arab Saudi. Ia adalah putra dari Pangeran Talal bin Abdulaziz Al Saud, salah satu anggota kerajaan yang dikenal vokal dan berpandangan lebih liberal dalam beberapa isu sosial-politik.

Dengan demikian, Pangeran Khaled lahir dari garis keturunan yang tidak hanya berdarah biru, tetapi juga sarat dengan sejarah intelektual dan dinamika pemikiran dalam tubuh kerajaan.

Baca Juga: Profil Pangeran Arab Saudi Al Waleed bin Khaled yang Meninggal Dunia setelah 20 Tahun Koma

Saudara dari Miliarder Dunia

Pangeran Khaled juga dikenal sebagai saudara dari Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang miliarder yang mendunia dan pendiri Kingdom Holding Company — perusahaan yang berinvestasi dalam berbagai sektor global seperti perhotelan, teknologi, dan media. Meski berasal dari keluarga yang sama, Pangeran Khaled menunjukkan pendekatan hidup yang cukup berbeda dari saudaranya.

Lebih Religius dan Konservatif

Di tengah gelombang modernisasi yang sedang didorong oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), Pangeran Khaled tampil sebagai sosok yang lebih konservatif dan religius. Ia dikenal sebagai tokoh kerajaan yang kerap menyuarakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi maupun publik.

Beberapa komentarnya di masa lalu bahkan dianggap sebagai bentuk kritik tidak langsung terhadap reformasi sosial dan ekonomi yang dilakukan MBS, termasuk pelonggaran norma-norma sosial dan peran perempuan di ruang publik.

Pandangan religius ini juga tercermin dalam keputusannya untuk terus merawat dan mendoakan putranya, Al Waleed, selama lebih dari 20 tahun koma akibat kecelakaan lalu lintas di London. Dalam berbagai kesempatan, Pangeran Khaled menyampaikan keyakinannya bahwa hanya kuasa Allah yang bisa menentukan nasib akhir sang putra.

Aktif di Dunia Bisnis

Di luar peran keagamaan dan sosialnya, Pangeran Khaled juga aktif dalam dunia bisnis dan investasi. Ia merupakan pendiri dan CEO dari KBW Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang berinvestasi di sektor teknologi dan inovasi berkelanjutan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri dan wakil ketua eksekutif Arada, perusahaan pengembang properti yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Meski tidak seterkenal saudaranya dalam hal akumulasi kekayaan, Pangeran Khaled tetap menjadi figur berpengaruh dalam jejaring bisnis Timur Tengah.

Baca Juga: Main Satu Sinetron Bareng, Cinta Brian dan Junior Roberts Diuntungkan

Sosok Ayah Penuh Kesetiaan

Namun, di mata publik internasional, Pangeran Khaled terutama dikenang sebagai ayah yang setia mendampingi anaknya dalam perjuangan panjang melawan takdir.

Sejak kecelakaan tragis yang dialami Al Waleed pada tahun 2005, Pangeran Khaled tak henti-hentinya memberikan perawatan terbaik bagi putranya, termasuk mendatangkan tim medis dari Amerika Serikat dan Spanyol, serta memindahkan perawatan ke King Abdulaziz Medical City di Riyadh.

Kesabarannya selama lebih dari dua dekade menjadi simbol kasih sayang dan pengabdian yang luar biasa — sebuah nilai yang menyentuh banyak hati, terlepas dari status kebangsawanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.