Akurat Logo

Anak Kaesang Pangarep Bernama Bebingah Sang Tansahayu, Ini Anjuran Islam saat Memberi Nama Anak

Fajar Rizky Ramadhan | 16 Oktober 2024, 11:00 WIB
Anak Kaesang Pangarep Bernama Bebingah Sang Tansahayu, Ini Anjuran Islam saat Memberi Nama Anak

AKURAT.CO Keputusan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono dalam memberikan nama untuk buah hati mereka yang diberi nama Bebingah Sang Tansahayu menarik perhatian publik.

Merujuk pada salah satu sumber, nama ini memiliki makna indah dan kental dengan kearifan budaya Jawa, yaitu “kebahagiaan yang cantik dan membawa kebaikan.”

Di samping mempertimbangkan aspek budaya, dalam Islam juga terdapat anjuran khusus mengenai tata cara pemberian nama kepada anak.

Berikut adalah beberapa panduan dalam Islam terkait pemberian nama.

1. Pentingnya Memberi Nama yang Baik

Dalam Islam, memberi nama bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan doa dan harapan bagi anak tersebut. Rasulullah ﷺ menganjurkan agar orang tua memberikan nama yang bermakna baik karena nama akan memengaruhi identitas serta kepribadian anak di masa depan.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:

"إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ"

Artinya: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaikilah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

2. Dianjurkan Memilih Nama dengan Makna Doa dan Harapan Baik

Rasulullah ﷺ menyukai nama-nama yang mengandung makna positif, seperti Abdullah (hamba Allah) dan Abdurrahman (hamba yang Maha Pengasih). Nama-nama yang memiliki hubungan dengan sifat-sifat Allah atau doa kepada Allah termasuk yang paling utama.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

"إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ"

Artinya: "Sesungguhnya nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman." (HR. Muslim)

Baca Juga: Link Video Syur Pelajar SMP Martapura Ramai Dicari Netizen, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

3. Larangan Memberi Nama yang Berkonotasi Negatif

Islam melarang pemberian nama dengan makna buruk atau mengandung keburukan. Nama yang berkonotasi negatif dapat memengaruhi psikologis dan perilaku seseorang. Rasulullah ﷺ bahkan pernah mengganti beberapa nama sahabat yang memiliki arti buruk.

عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِيهِ:

"أَنَّ جَدَّهُ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ: مَا اسْمُكَ؟ قَالَ: حَزْنٌ. قَالَ: بَلْ أَنْتَ سَهْلٌ"

Artinya: “Kakekku mendatangi Nabi ﷺ, lalu beliau bertanya, 'Apa namamu?' Ia menjawab, 'Hazn (kesedihan).' Nabi bersabda, 'Tidak, engkau adalah Sahl (kemudahan).’” (HR. Bukhari)

4. Memilih Nama Sesuai Budaya Selama Tidak Bertentangan dengan Syariat

Islam tidak melarang penggunaan nama dari budaya atau bahasa setempat selama maknanya baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

Nama Bebingah Sang Tansahayu, yang berarti "kebahagiaan dan kecantikan yang membawa kebaikan," termasuk dalam kategori nama yang positif. Dengan demikian, ini bisa menjadi pilihan yang selaras dengan anjuran Islam, meski menggunakan unsur budaya lokal.

Baca Juga: Jadwal Sholat Wilayah Jakarta Hari Ini, 16 Oktober 2024

Memberikan nama anak dalam Islam memiliki makna mendalam, yaitu sebagai doa dan harapan baik untuk masa depan anak.

Islam menganjurkan agar nama yang diberikan bermakna baik, penuh kebaikan, dan tidak mengandung konotasi negatif.

Nama lokal seperti Bebingah Sang Tansahayu bisa menjadi contoh penerapan nilai-nilai Islam dan budaya sekaligus, asalkan maknanya positif dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Dengan memperhatikan panduan ini, orang tua diharapkan dapat memberikan nama terbaik bagi anak mereka, yang akan menjadi identitas sekaligus doa sepanjang hidup anak tersebut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.