Akurat Logo

Presiden yang Diidamkan Oleh Nabi Muhammad SAW, Pahami Karakternya Agar Tidak Salah Memilih Pemimpin

Hadits Abdillah | 1 Februari 2024, 12:04 WIB
Presiden yang Diidamkan Oleh Nabi Muhammad SAW, Pahami Karakternya Agar Tidak Salah Memilih Pemimpin

AKURAT.CO Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 akan segera dilaksanakan pada 14 Februari mendatang. Dalam pemilu ini masyarakat Indonesia akan memilih kepala negara baru untuk menggantikan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo setelah menjabat selama dua periode.

Memilih seorang presiden tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, sebab presiden sebagai pemimpin negara menjadi salah satu penentu masa depan bangsa. Selain itu, memilih presiden juga bukan hanya urusan dunia semata, melainkan menjadi suatu hal yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Oleh sebab itu, menjadi seorang masyarakat yang dapat memilih dengan cermat menjadi sebuah keharusan.

Pertimbangan-pertimbangan dalam memilih presiden dapat dilihat melalui visi misi dan program-program unggulan yang ditawarkan. Masyarakat juga dapat melihat sifat atau karakteristik seorang calon presiden sebagai bahan pertimbangan. Bagi pemilih muslim, Nabi Muhammad SAW telah memberi gambaran mengenai karakter ideal dari seorang pemimpin.

Baca Juga: Cara Memilih Pemimpin Sesuai dengan Tuntunan Ulama, Wajib Jadi Pertimbangan Sebelum 14 Februari 2024

Berikut ini merupakan karakter presiden atau pemimpin yang diidamkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Jauh dari Sifat Tamak

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Dari Abdurrahman bin Samurah, beliau mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan dengan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong, dan jika kamu diberinya karena meminta, maka kamu akan ditelantarkan, dan jika kamu bersumpah, lantas kamu lihat ada suatu yang lebih baik, maka bayarlah kafarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik.” (Hadis riwayat Imam al-Bukhari).

Hadis ini kemudian dijelaskan oleh al-Wallawi dalam Dzahirah al-’Uqba. Makna hadis ini, jelasnya, Allah akan menghilangkan pertolongan kepada siapa pun yang meminta jabatan atau kepemimpinan sebab kerakusannya.

Maka dari hadis diatas dan penjelasannya, seorang pemimpin harus jauh dari sikap tamak dan rakus. Sebab kedua sifat ini nantinya akan melahirkan kecurangan-kecurangan pada saat memimpin.

Amanah dan Bertanggung Jawab

Amanah berarti jauh dari segala bentuk kecurangan sedangkan bertanggung jawab berarti melaksanakan segala bentuk tugas yang diberikan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Doa saat Hujan Turun dengan Petir, Segera Amalkan dan Ini Tipsnya Supaya Selamat

Seorang pemimpin sudah seharusnya memiliki sifat amanah dan bertanggung jawab, sebab kedua sifat ini dapat mempengaruhi keputusan-keputusan yang diambil. Pemimpin yang memiliki kedua sifat diatas dapat membuat keputusan secara bijaksana tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.

Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Ketahuilah setiap dari kalian adalah seorang pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin orang banyak akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan istri pemimpin terhadap keluarga suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, budak juga seorang pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”

Dengan demikian, dua karakteristik diatas merupakan karakteristik pemimpin yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih seorang pemimpin. Selain kedua karakteristik diatas, sifat-sifat Nabi seperti sidik, amanah, fathonah, dan tabligh juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi