Trend Memakai Kutek dan Kuku Palsu di Kalangan Anak Muda Zaman Now, Begini Hukumnya dalam Islam

AKURAT.CO Sebagai seorang wanita ada kalanya kita ingin terlihat lebih cantik dan menarik. Salah satu upaya yang sering dilakukan pada zaman sekarang yaitu memakai kutek (pewarna kuku) atau kuku palsu. Bahkan hal ini dijadikan trend di zaman sekarang.
Lalu bagaimana hukum memakai kutek halal atau kuku palsu dalam Islam?
Dilansir dari bincangsyariah.com, beberapa ulama berpendapat jika perempuan yang belum memiliki suami, haram baginya untuk memakai kutek atau kuku palsu. Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan fitnah.
Sedangkan menurut Syaikh Abu Hamid dan sekelompok ulama, perempuan yang belum punya suami hanya makruh memakai kutek atau kuku palsu, tidak sampai haram.
Sementara itu bagi perempuan yang sudah memiliki suami, maka harus minta izin terlebih dahulu pada suami. Jika suami mengizinkan, maka boleh memakai kutek atau kuku palsu. Namun jika suami tidak mengizinkan, maka tidak boleh bagi perempuan memakai kutek atau kuku palsu.
Meski diperbolehkan, terdapat syarat yang harus dipenuhi yaitu kuku palsu yang akan dipakai harus dalam keadaan suci dan bukan kuku manusia.
Berikut ayat Al-Qur’an dan Hadist yang menjelaskan hukum memakai kutek halal dan kuku palsu dalam Islam:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakikmu sampai dengan kedua mata kaki” (Q. S. Al-Maidah : 6).
Rasulullah SAW bersabda, "Celakalah tumit-tumit kalian (yang tidak kena air wudhu) masuk api neraka." (HR Bukhari).
Baca Juga: Apa Saja Dasar-dasar Agama Islam yang Harus Diketahui Seorang Anak? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Dari ayat Al-Qur’an dan Hadist di atas, dapat disimpulkan jika seorang wanita boleh memakai kutek atau kuku palsu. Namun saat hendak melaksanakan ibadah shalat, wajib untuk melepas kuku palsu atau menghapus kutek yang dipakai.
Walau kutek yang dipakai merupakan kutek halal, kita tetap harus menghapusnya karena dapat menghalangi air wudhu.
Dalam berhias diri, Islam memiliki aturan tertentu. Kita diperbolehkan untuk berhias sesuka hati, namun harus tetap sesuai dengan syariat dan tidak berlebihan hingga menyerupai kaum jahiliyah atau kafir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



