Akurat Logo

4 Etika Demokrasi bagi Anak Muda Menurut Gus Dur, Generasi Milenial Wajib Membaca Arahan Guru Bangsa

Fajar Rizky Ramadhan | 18 Desember 2023, 11:00 WIB
4 Etika Demokrasi bagi Anak Muda Menurut Gus Dur, Generasi Milenial Wajib Membaca Arahan Guru Bangsa

AKURAT.CO Etika demokrasi mencakup prinsip-prinsip moral dan perilaku yang mendukung sistem pemerintahan demokratis, termasuk partisipasi warga negara, kebebasan berpendapat, dan perlakuan yang adil terhadap semua individu dalam masyarakat.

Dalam konteks etika demokrasi, juga penting untuk menghormati hak minoritas, mendorong transparansi dalam pengambilan keputusan, dan mempromosikan tanggung jawab publik.

Etika demokrasi menekankan penghormatan terhadap hak asasi manusia, integritas proses politik, dan penanganan konflik dengan cara yang damai dan adil. Prinsip-prinsip ini membentuk landasan moral untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan kolektif dalam suatu sistem demokratis.

Dikutip dari NU Online, Senin (18/12/23) seorang Filsuf dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Karlina Rohima Supelli menyampaikan pesan dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait etika demokrasi untuk anak muda.

Baca Juga: Sakaratul Maut Nabi Muhammad SAW: Titik Puncak Kehidupan Seorang Rasul dan Paling Memilukan bagi Umat Islam

Pertama, anak muda perlu meyakini kebenaran sebagai titik tolak sikap mereka. Gus Dur menekankan pentingnya kepekaan anak muda terhadap realitas di sekitarnya dan kemampuan untuk membedakan antara yang benar yang seharusnya dipertahankan, baik dalam bentuk keyakinan ideologi maupun agama.

Kedua, anak muda perlu mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum membuat keputusan. Gus Dur mengajarkan bahwa pertimbangan yang matang terhadap konsekuensi tindakan dan pilihan-pilihan adalah esensial dalam membangun demokrasi yang berkualitas.

Ketiga, kehalusan budi dan rasa menjadi penentu apakah keyakinan yang benar dan pengetahuan yang dimiliki mampu memberikan dampak positif pada kehidupan. Gus Dur menekankan pentingnya memahami bahwa pengetahuan juga bisa menimbulkan risiko. Karena itu, diperlukan kehalusan budi dan rasa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut.

Baca Juga: Amalan Sunah saat Masuk Toilet, Jarang Banget Diketahui Orang Islam, Cek di Sini!

Keempat, solidaritas sosial menjadi fondasi demokrasi. Gus Dur meyakini bahwa melalui solidaritas sosial, manusia dapat saling tolong-menolong, mencegah konflik, dan membangun masyarakat yang saling mendukung. Meskipun etika berdemokrasi kompleks, tetapi Gus Dur mengajarkan bahwa itu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.