Akurat Logo

Catat, Ini 3 Kejahatan Yahudi Yang Disebutkan Dalam Al-Quran, Lengkap Dengan Penjelasan Tafsirnya

User Migras | 22 November 2023, 14:09 WIB
Catat, Ini 3 Kejahatan Yahudi Yang Disebutkan Dalam Al-Quran, Lengkap Dengan Penjelasan Tafsirnya

AKURAT.CO, Orang-orang Yahudi adalah orang yang paling keras permusuhannya dengan orang-orang yang beriman, dan kejahatan atau pelanggaran yang telah dilakukan oleh kaum ini sudah dijelaskan dalam Al-Quran beserta dengan azab yang akan diterimanya.

Sebagaimana hal ini dijelaskan melalui surah Al-Maidah ayat 82 tentang orang yang paling keras permusuhannya dengan orang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan juga orang-orang yang musyrik, adapun ayatnya yaitu:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَـٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًۭا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ٨٢

Artinya: “Pati akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata; Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani, yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.”

Lalu apa sajakah kejahatan orang-orang Yahudi yang disebutkan dalam Al-Quran? 

Baca Juga: Doa Dan Amalan Menuju Tahun Politik, Agar Tidak Salah Memilih Pemimpin

Berikut ini 3 ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang kejahatan Yahudi, lengkap dengan tafsir penjelasannya sebagaimana telah dikutip dari beberapa sumber pada Rabu (22/11/2023).

Tafsir Al-Quran Tentang Kejahatan Yahudi

1. Kelancangan Yahudi terhadap Allah dan Rasul-Nya, dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 64.

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا۟ بِمَا قَالُوا۟ ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَـٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ كُلَّمَآ أَوْقَدُوا۟ نَارًۭا لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا ٱللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِى ٱلْأَرْضِ فَسَادًۭا ۚ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ ٦٤

Artinya: “Dan orang-orang Yahudi berkata, ‘Tangan Allah terbelenggu’. Sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakana itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki.

Dan (Al-Quran) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa surah Al-Maidah ayat 64 ini diturunkan terkait dengan rahib  Yahudi terhadap kejahatan mereka dalam menyifati Allah. 

Yang mana mereka menganggap Allah itu bakhil, kemudian Allah membalas apa yang mereka ucapkan  dengan memberikan laknat dan membelenggu tangan mereka (Yahudi).

Sedangkan dalam tafsir Jalalayn menyatakan bahwa; ucapan Yahudi tentang “tangan Allah terbelenggu” itu menunjukan ungkapan sindiran dari Yahudi terhadap kikirnya Allah SWT dalam melimpahkan rezeki kepada umat-Nya.

Padahal Allah SWT telah berfirman dan membalas ucapan mereka dengan; “tangan merekalah yang terbelenggu” dari berbuat kebaikan hingga tak mau melakukannya. Ini menjadi doa bagi mereka, sehingga mereka dikutuk disebabkan oleh perkataan mereka sendiri.

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Ma'idah Ayat 21: Yerussalem Bukan Milik Zionis Israel, Tetapi Milik Orang-orang Mukmin

2. Orang-orangYahudi berlaku jahat dengan berbuat durhaka, menyembah patung dan menyekutukan Allah. Hal ini dijelaskan melalui kisah nabi Musa dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 30.

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ يُضَـٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ ٣٠

Artinya: “Dan orang-orang Yahudi berkata; ‘Uzair putra Allah’, dan orang-orang Nasrani berkata, ‘Al-Masih putra Allah’. Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?.”

Pada Tafsir Quraish Shihab; orang-orang Yahudi memang telah meninggalkan tauhid dalam akidah pada saat mereka menyebut Uzair sebagai putra Allah. Begitu pun dengan orang-orang Nasrani yang telah meninggalkan ajaran tauhid dengan mengatakan bahwa Al-Masih (Isa putra Maryam) adalah anak Allah.

Ungkapan tersebut merupakan hasil buat-buatan dari mereka sendiri, padahal sudah jelas bahwa tidak ada kitab suci atau seorang rasul pun yang mengatakan hal demikian, dan tidak ada hujjah serta bukti yang dapat membenarkan ucapan tersebut.

Kemudian dalam tafsir Ibnu Katsir; ini adalah dorongan dari Allah terhadap orang-orang beriman untuk memerangi orang-orang kafir dari Yahudi dan Nasrani, hal ini disebabkan ucapan mereka yang tidak benar dan telah berbohong atas nama Allah.

3. Kejahatan Yahudi adalah sering melanggar larangan dari Allah SWT, seperti yang telah dijelaskan larangannya melalui surah Al-Baqarah ayat 83.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًۭا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًۭا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ ٨٣

Artinya; “Dan (ingatlah) ketika kami mengambil janji dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur kata-lah yang baik kepada manusia, laksanakan lah sholat dan tunaikan-lah zakat." Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

Ibnu Katsir menyatakan, ayat ini mengingatkan kaum bani Israil terhadap apa yang sudah diperintahkan oleh Allah kepada mereka, dan pengambilan janji oleh-Nya atas hal tersebut dari mereka. Namun, mereka berpaling dari semuanya dengan menentang dan melanggar secara sengaja serta direncanakan.

Sedangkan mereka sudah mengetahui  dan mengingat bahwa hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak baik. Sehingga Allah telah menentukan kepada mereka untuk menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.

Itulah tiga ayat Al-Quran tentang kejahatan Yahudi, lengkap dengan tafsirnya. Semoga dengan mengetahui hal di atas, dapat menambah pengetahuan terkait sifat atau pun kejahatan dan laknat Allah bagi orang-orang kafir dari kaum Yahudi.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

U
Reporter
User Migras
Lufaefi
Editor
Lufaefi