Akurat Logo

Takabur Disebut Sebagai Sifat Tercela, Kenali Ciri-Ciri Dan Dalilnya Dalam Al-Quran

Tria Sutrisna | 13 November 2023, 22:46 WIB
Takabur Disebut Sebagai Sifat Tercela, Kenali Ciri-Ciri Dan Dalilnya Dalam Al-Quran

 

AKURAT.CO Dalam Islam, sifat takabur, yang merujuk pada sikap sombong dan merendahkan orang lain, dianggap sebagai sifat yang tidak baik dan sangat dibenci oleh Allah.

Sifat ini bisa muncul secara tidak disadari, seperti ketika seseorang merasa kaya dan merendahkan orang lain, atau merasa memiliki kecantikan dan menjelekan yang lain.

Sifat takabur seringkali membuat seseorang menjadi lalai dan tidak memperhatikan kebaikan orang lain, sehingga menghasilkan perasaan bahwa dirinya lebih unggul.

Sebagai seorang Muslim, penting untuk mengetahui ciri-ciri takabur dan bagaimana menghindarinya agar tidak terjerumus ke dalam sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Kesadaran terhadap tanda-tanda takabur membantu seseorang untuk lebih waspada terhadap perilaku dan sikap yang dapat membawa kepada sifat tersebut. 

Selain itu, menghindari takabur juga melibatkan usaha untuk menjaga hati, merendahkan diri di hadapan Allah, dan mengakui bahwa segala kelebihan yang dimiliki berasal dari-Nya.

Baca Juga: 5 Balasan bagi Orang yang Sombong, Yuk Jauhi Sifat Buruk ini

Dengan demikian, seseorang dapat berusaha menjalani kehidupan dengan sikap rendah hati dan penuh tawadhu' untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Wa qāla rabbukumud'ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna 'an 'ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina,” (QS Al-Mu’min: 60).

Dalam Islam, sifat takabur pertama kali muncul dalam kisah Iblis. Pada suatu ketika, Allah SWT memerintahkan semua malaikat, termasuk Iblis, untuk bersujud kepada Nabi Adam. Namun, Iblis menolak perintah tersebut.

Ketika ditanya oleh Allah SWT mengapa ia tidak bersujud, Iblis menjawab bahwa ia terbuat dari api, sedangkan Nabi Adam terbuat dari tanah, sehingga merasa lebih tinggi daripada Nabi Adam dan menolak untuk tunduk kepadanya. Sikap Iblis ini mencerminkan sifat takabur yang membawanya pada pengusiran dari surga.

Lalu Iblis diusir oleh Allah dari surga. Keterangan tersebut tercatat dalam Alquran:

قَالَ فَٱهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ

Qāla fahbiṭ min-hā fa mā yakụnu laka an tatakabbara fīhā fakhruj innaka minaṣ-ṣāgirīn

Baca Juga: Doa Terhindar Dari Penyakit Ain, Jangan Terlena Saat Dipuji, Bisa Jadikan Ujub Dan Sombong

Artinya: “Allah berfirman: Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu sepatutnya tidak menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah. Sesungguhnya kamu termasuk orang – orang yang hina. “(QS Al-A’raf ayat 13)

Dikutip dari NU Online salah satu contoh tanda-tanda takabur adalah adanya sifat sombong, yang dapat dibedakan menjadi dua kategori seperti berikut ini.

  1. Menolak kebenaran

Salah satu indikasi sifat takabur adalah menolak kebenaran, terutama jika kebenaran itu diungkapkan oleh seseorang yang dianggap memiliki kedudukan lebih rendah. Orang yang takabur cenderung menolak fakta hanya karena sumbernya dianggap kurang prestisius. Sebagai contoh, Fir'aun menolak kebenaran meskipun telah menyaksikan mukjizat dari Allah melalui Nabi Musa. Sifat takaburnya membuatnya terjerumus ke dalam kebinasaan.

  1. Menganggap dirinya istimewa

Ciri takabur lainnya adalah merasa diri istimewa dan lebih unggul daripada orang lain. Seseorang yang takabur cenderung memandang rendah orang lain dan merasa dirinya sangat baik, istimewa, bahkan sempurna. Memiliki pandangan seperti ini tidak tepat, karena hanya Allah yang maha sempurna. Contoh nyata dari ciri takabur ini dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti meremehkan pengetahuan orang lain atau merasa lebih berpengalaman. Misalnya, seorang guru yang merendahkan pemahaman muridnya atau orang tua yang membandingkan dirinya dengan anak-anak mereka.

  1. Seperti orang gila 

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat: “Tahukah kamu, orang gila yang sebenar-benarnya?” Para Sahabat menjawab: “Tidak tahu, ya Rasulullah.”

Lalu Rasulullah menjawab: “Orang gila ialah orang yang berjalan dengan takabur, memandang rendah kepada orang lain, membusungkan dada, mengharapkan surga sambil membuat maksiat dan kejahatannya membuat orang tidak aman dan kebaikanya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya.”

Ciri-ciri Takabur

Setelah memahami arti takabur, dapat diidentifikasi beberapa ciri yang menandakan adanya sifat takabur yang perlu diwaspadai.

  1. Menyakini bahwa perkataannya benar sehingga menganggap orang lain keliru.

  2. Gila terhadap pujian.

  3. Merasa memiliki banyak ilmu dan harta, serta sikap sombong meskipun tidak memiliki kekayaan.

  4. Meremehkan orang lain berdasarkan nasab dan kelebihan fisik.

  5. Boros dalam hal duniawi.

  6. Memakai perhiasan dan pakaian yang berlebihan.

  7. Berbicara dengan nada yang sombong.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Lufaefi
Editor
Lufaefi