Daging Dam dan Kurban Jemaah Haji Dikirim ke Indonesia dalam Bentuk Makanan Siap Saji

AKURAT.CO Daging hewan kurban serta dam jemaah haji Indonesia akan didistribusikan dalam bentuk makanan siap saji yang dikemas dalam kantong (pouch). Rencananya, daging tersebut dikirim ke daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T) di Indonesia.
Kepala PPIH Daker Makkah Khalilurrahman menjelaskan, jumlah kambing yang menjadi hewan kurban dan pembayaran dam jemaah pada musim haji 2023 sebanyak 3.166 ekor.
"Kita saat ini ada di masta RPH Alokishia di mana daging-daging dam petugas haji dan jemaah disembelih di sini. Sekarang sedang dikemas isian 1 dus ukuran 3,5 Kg dan akan diprediksi mencapai 6.000 kardus lebih," ujarnya, Kamis (13/7/2023).
Setelah kardus diisi potongan daging kambing, selanjutnya dimasukkan freezer agar aman dari bakteri. Menurut Khalilurrahman, pihak masta butuh tiga hari untuk penyimpanan daging-daging tersebut.
Selanjutnya, kata Khalilurrahman, daging tersebut diambil eksportir untuk dikirim ke Indonesia setelah dipacking dalam bentuk kantung-kantung vakum.
"Daging-daging tersebut akan diberikan ke fuqoro dan masakin di Indonesia di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. Ditargetkan akhir Agustus sudah beres pengolahan semua di Indonesia, sehingga awal September sudàh bisa disebar," ucapnya.
Menurut Khalilurrahman, upaya tersebut merupakan inovasi terbaru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dalam rangka memberikan nilai manfaat sosial.
"Selama ini manfaatnya untuk individu, personal, spiritual, tapi tahun ini yang berhaji bisa memberi manfaat sosial horizontal yang manfaatnya dirasakan fakir miskin sekaligus menyukseskan program pemerintah penuntasan stunting," ucapnya.
Khalilurrahman menambahkan, program ini terwujud berkat kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Baznas. "Tahun depan akan dibuat kebijakan baru bagaimana agar jemaah haji Indonesia bisa berpartisipasi ikut program bayar dam secara resmi dan dikelola oleh Baznas selanjutnya dibagikan ke mustahiq. Baznas sudah punya data mustahiq-nya," ujarnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



