Anjuran Berbakti Kepada Orang Tua dan Larangan Berkata 'Ah' Kepadanya

AKURAT.CO Berbakti kepada kedua Orang tua merupakan amalan yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Bagaimana tidak. dalam hadis Rasulullah mengatakan bahwa rida Allah tergantung pada rida orang tua, begitu pula murka Allah yang tergantung dengan rida orang tua. Dalam Al-Quran pada surah Al-Isra ayat 23 Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk sikap baik kepadanya dan melarang untuk membentaknya walaupun dengan berkata “Ah”:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23)
Jika kita memperhatikan sekitar, saat ini begitu banyak anak-anak yang memiliki perangai kasar. Apalagi saat mereka lagi bermain gim, banyak dari mereka yang tidak suka diganggu bahkan tidak segan membentak orang tua mereka dengan perkataan yang kasar. Padahal dalam ayat di atas, Allah memerintahkan untuk mengucapkan perkataan mulia kepada mereka dan melarang membentak walaupun hanya kata “Ah”.
Berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang mulia di sisi Allah, bahkan berbakti kepada kedua orang tua lebih utama dari berjihad. Pada suatu waktu terdapat lelaki yang mendatangi Rasulullah untuk meminta izin ikut berjihad, lalu nabi Muhammad menjawab:
أحَيٌّ والِدَاكَ؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِما فَجَاهِدْ
Artinya: “Apakah orang tuamu masih hidup?”. Lelaki tadi menjawab: “Iya”. Nabi bersabda: “Kalau begitu datangilah keduanya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun ulama memberi catatan kepada hadis ini bahwa ini berlaku kepada jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Dalam surah Al-Isra ayat 23 telah menjelaskan mengenai bagaimana berinteraksi kepada kedua orang tua dan melarang untuk durhaka kepadanya. Durhaka kepada orang tua merupakan dosa yang sangat besar sebagaimana yang nabi Muhammad sampaikan kepada kita melalui sahabatnya:
لا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ . ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ
Artinya: “maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua” (HR. Bukhari – Muslim).
Berbakti kepada kedua orang dapat menjadi jalan bagi manusia untuk masuk ke dalam surga. Rasulullah mengatakan celaka kepada seseorang yang mendapati orang tuanya dalam keadaan lansia lalu hal tersebut tidak membuatnya masuk ke dalam surga.
رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، قِيلَ: مَنْ؟ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
Artinya: “Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” Lalu beliau ditanya, “Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya).” (HR. Muslim)
Maka dari itu mari kita selalu berbakti kepada kedua orang tua selagi mereka masih hidup di dunia, jangan sampai kita termasuk ke dalam orang yang celaka seperti yang disebutkan oleh nabi Muhammad SAW. Adapun jika kedua orang tua atau salah satunya telah meninggal, maka kita sebagai anak dapat berbakti dengan selalu mendoakan mereka, melunasi utang-utangnya dan bersedekah atas nama mereka.
Wallahu A’lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




