AKURAT.CO Kita pernah mendengar istilah mati syahid dalam berbagai kesempatan. Orang yang mati syahid dikenal dengan orang yang mati di jalan Allah.
Dari Abu Hurairah ra beliau berkata bahwa RasululLah saw bersabda, "Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?"
Para sahabat menjawab, "Wahai Rasulullah, orang yang meninggal di jalan Allah itulah orang yang mati syahid."
Rasulullah kemudian bersabda, "Kalau begitu, sedikit sekali jumlah umatku yang mati syahid."
Para sahabat lalu berkata, "Lantas siapakah mereka wahai Rasulullah?"
Beliau bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit kolera juga syahid, barangsiapa yang mati karena sakit perut juga syahid." (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain yang senada, Rasulullah saw bersabda, "Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho'un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadis-hadis di atas, Imam Nawawi rahimahullah kemudian mengelompokkan tiga macam orang yang mati syahid.
Pertama, syahidnya orang yang gugur ketika berperang melawan kaum kafir harbi (yang berhak untuk diperangi).
Kedua, syahid dalam hal pahala tetapi tidak disikapi dengan hukum syahid di dunia.
Sebagai contoh orang yang meninggal sebab melahirkan, karena wabah penyakit, karena reruntuhan, dan meninggal karena membela hartanya dari rampasan. Begitu pula penyebutan syahid lainnya yang disebutkan dalam hadis-hadis sahih.
Ketiga, orang yang tergolong syahid di dunia maupun di akhirat. Misalnya, orang yang melakukan ini gugur di medan perang dengan niat murni bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah Swt.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jalan mati syahid tidak hanya karena berperang, melainkan juga mereka yang tengah terkena musibah misalnya wabah penyakit. Sebab, kematian tetaplah suatu misteri yang dirahasiakan Allah ta'ala.
Selain itu, kita sebagai manusia memiliki tugas untuk terus menebar kebaikan dan kedamaian di muka bumi ini bukan peperangan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





