Kawan, ini Larangan Keras Agama Terhadap Ghibah

AKURAT.CO, Ghibah yaitu pembicaraan jahat tentang seseorang yang tidak ada di muka. Baik pembicaraan itu benar atau tidak penting. Prinsip dasar perbuatan ghibah adalah kata-kata akan menyakiti hati orang yang dibicarakan.
Imam Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad menyebut sebuah riwayat yang menjelaskan secara singkat definisi dari ghibah, sebagai berikut;
ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
Artinya: “Ghibah adalah ketika engkau menyebut saudara (muslim)mu dengan sesuatu yang tidak ia sukai.”
Dalam pandangan agama Islam ghibah adalah sebuah dosa. Istilah ghibah mirip dengan gosip, fitnah, dan buhtan. Umat Islam harus menjauhi sifat yang dilarang oleh agama secara tegas ini.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ (الحجرات: ١٢)
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."
Terkait dengan larangan ghibah secara tersirat juga dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad, dalam konteks beliau SAW ditanya soal tindakan membicarakan orang lain saat orang itu tidak ada di muka.
Rasulullah menjawab:
إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَد اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Artinya: “Jika padanya terdapat apa yang engkau katakan maka engkau telah melakukan ghibah kepadanya, dan jika tidak terdapat padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah melakukan buhtan kepadanya” (HR Muslim).
Karakter seorang muslim salah satunya enggan untuk melakukan ghibah. Sebab pada hakikatnya, ghibah merupakan perbuatan yang tidak berfaedah, bahkan menimbulkan dosa bagi pelakunya.
Allah juga berfirman:
وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا (الفرقان: ٧٢)
Artinya: “... dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS al Furqan: 72).
Begitu juga disebut dalam ayat Al-Qur'an yang lain, bahwa orang-orang yang beriman tidak akan melakukan ghibah. Mereka selalu berpaling dari perbuatan yang bisa mendatangkan siksa tersebut.
Allah SWT berfirman:
وَاِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَالُوْا لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۖسَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ (القصص: ٥٥)
Artinya: “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh” (QS al Qashash: 55).
Yuk, hindari perbuatan ghibah. Perbuatan ini sangat dilarang oleh Islam. Ghibah dapat merugikan orang lain dan bahkan diri sendiri. Semoga Allah menjauhkan kita semua dari sifat buruk ini. Amin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





