Akurat Logo

Soal Boneka Arwah, MUI: Bisa Menjerumuskan ke Perbuatan Syirik Besar

Thony H | 8 Januari 2022, 14:05 WIB
Soal Boneka Arwah, MUI: Bisa Menjerumuskan ke Perbuatan Syirik Besar

AKURAT.CO Fenomena adanya sebagian artis di Indonesia yang mengadopsi boneka arwah sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Lebih-lebih dikabarkan boneka itu berarwah dan dikaitkan dengan makhluk halus.

Tidak hanya satu atau dua artis yang meyakini dan mengadopsi boneka-boneka tak bernyawa itu. Ada banyak tokoh publik yang melakukan adopsi boneka-boneka itu dan dengan percaya diri memamerkannya di sosial media.

Persoalan ini juga memunculkan komentar dari berbagai pemuka agama, tidak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI). Utang Ranuwijaya, Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyebut fenomena itu tidak lazim dan tak masuk akal.

“Hal ini karena ada sebutan yang tidak lazim dan tidak masuk akal, jika ada boneka yang memiliki ruh. Kecuali jika yang dimaksud adalah robot dalam bentuk boneka yang dikendalikan oleh komputer,” ujar Ustadz Prof Utang Ranuwijaya seperti dikutip melalui laman Okezone, Kamis (6/1/2022).

Beliau juga menegaskan apabila pemilik boneka ruh itu meyakini adanya ruh di dalam boneka dipastikan ruh yang dimaksud adalah jin, yang bisa memperdaya manusia.

Maka demikian sebagai langkah preventif, beliau mengatakan perilaku demikian untuk segera dihentikan sebab bisa menjerumuskan kepada syirik besar yang bisa membuat pemiliknya masuk neraka.

“Memang tidak semua jin itu tidak baik. Ada jin-jin yang baik, taat beragama. Tapi kita tidak tahu apakah yang masuk ke dalam boneka itu jin baik atau tidak baik. Jin Islam yang taat atau jin kafir,” tambahnya.

Beliau juga menambahkan bahwa rezeki yang didapat bisa dialihkan untuk merawat anak-anak yatim piatu. Manfaatnya jelas jauh lebih besar bagi kepentingan umat.

Merawat boneka arwah hanya menyia-nyiakan rezeki, yang akhirnya justru bisa menjerumuskan kepada kesyirikan. Sehingga hendaknya segera bertaubat dan meminta ampun pada Allah.

“Segeralah bertobat, perbanyak istigfar dengan begitu semoga Allah Subhanahu wa ta’ala mengampuninya,” pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi