Wajib Ditiru! ini Keistiqamahan Tirakat Kiai Nur Muhammad Iskandar

AKURAT.CO, Belum lama ini, kita semua berbela sungkawa atas dipanggilnya kiai kharismatik, yakni KH. Nur Muhammad Iskandar di usianya yang ke 65 tahun. Yang mana beliau merupakan sosok yang sangat dihormati dan disegani, khususnya di kalangan warga Nahdlatul Ulama. Tidak hanya itu, beliau juga merupakan tokoh besar umat Islam yang mendirikan sekaligus mewariskan banyak cabang dari pondok pesantren Asshiddiqiyah di berbagai daerah.
Pendiri pondok pesantren Asshiddiqiyah itu tidak hanya meninggalkan keluarga, ratusan santri aktif, ratusan ribu alumni, dan ratusan ribu jamaah, tapi juga meninggalkan keteladanan dan berbagai macam tirakat yang patut kita teruskan.
Mengutip dari NU Online, bahwa kiai Nur Muhammad Iskandar merupakan tokoh yang gemar mendawamkan tirakat. Beberapa amalan tirakat yang didawamkannya adalah salat malam, dzikir, shalawat, puasa Daud, ratiban, salat berjamaah, berdzikir dengan surah Yasin, sedikit makan, tidur setelah semua pengurus pondok tidur, bangun ketika semua masih pada tidur, dan lain sebagainya.
Menurut seorang alumni, bahwa kiai Nur dalam keadaan sakit pun masih menjalankan ibadah puasa Daud. Selain itu, ketika hendak mendirikan sebuah pesantren, beliau tidak pernah putus membaca surah Yasin dalam keadaan senggang maupun sibuk bekerja.
Kemudian hal lainnya bahwa kiai Nur sangat bersemangat dalam menjalankan berjamaah. Bahkan jika sedang tidak di luar kota, dirinya sudah hadir di mesjid 30 menit sebelum waktu salat tiba. Sementara ketika perjalanan keluar kota, beliau selalu mengajak orang lain. Tujuannya adalah supaya ia tetap melakukan salat berjamaah di mana pun ia berada.
Kiai Nur juga mendidik santrinya dengan mewajibkan untuk mendawamkan puasa Senin-Kamis untuk santri tingkat akhir seperti kelas tiga dan enam. Sementara ketika menjelang ujian akhir, biasanya ada kewajiban untuk membaca Ratib Al-Haddad dan Ratib Al-Atthas sebelum tidur setelah belajar malam. Selain itu, biasanya para santri diajak beliau untuk berziarah ke makam para wali untuk berdoa dan beristighotsah bersama.
Jika kita analisis, bahwa apa yang dilakukan kiai Nur dalam mendidik para santrinya adalah mengajarkan bahwa selalu ada “campur tangan langit” dalam setiap ikhtiar yang dilakukan.
Demikianlah sedikit mengenai amalan dan tirakat yang senantiasa didawamkan oleh kiai Kharismatik yakni KH. Nur Muhammad Iskandar dan tentu penulis berkeyakinan bahwa masih banyak amalan-amalan lainnya yang beliau dawamkan. Kita berdoa memohon kepada Allah SWT, semoga kiai Nur Muhammad Iskandar senantiasa berada dalam kasih sayang-Nya. Amin. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



