Kursi Ketum Dicopot Syuriah PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Pengurus Wilayah di Markas PBNU
AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan dengan seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025). Di tengah dinamika internal yang memanas, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tetap hadir dalam forum tersebut.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 16.32 WIB itu difokuskan pada agenda persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU. Kehadiran Gus Yahya menjadi sorotan karena hanya beberapa jam sebelumnya, Syuriyah PBNU secara resmi memberhentikannya dari jabatan Ketua Umum.
Di lokasi acara, Gus Yahya terlihat memakai baju koko putih berlengan panjang dan peci putih. Ia duduk di tengah perwakilan PWNU dari berbagai provinsi yang hadir dalam forum koordinasi tersebut.
Di luar gedung PBNU, sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tampak berjaga. Kehadiran mereka menambah kesan situasi yang sensitif pasca–keputusan syuriyah.
Baca Juga: PBNU Tegaskan Gus Yahya Diberhentikan dari Jabatan Ketua Umum per 26 November 2025
Sebelumnya, Syuriyah PBNU telah menerbitkan surat pemecatan terhadap Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai Rabu, 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Surat bernomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 itu ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir pada 25 November 2025.
Ahmad Tajul Mafakhir membenarkan keaslian dokumen tersebut. “Iya (ada surat pemecatan),” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (26/11/2025).
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Gus Yahya telah menerima dan membaca hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU beserta lampirannya. Berdasarkan keputusan itu, statusnya sebagai Ketua Umum PBNU resmi dicabut.
Isi surat itu menegaskan: “Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.”
Surat tersebut juga menegaskan bahwa Gus Yahya tidak lagi memiliki kewenangan menggunakan atribut, fasilitas, atau bertindak atas nama Ketua Umum PBNU sejak waktu yang sama.
“Bahwa berdasarkan butir 3 di atas, maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU maupun bertindak untuk dan atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB,” demikian bunyi lanjutan surat itu.
Meski begitu, kehadiran Gus Yahya dalam pertemuan PBNU–PWNU menunjukkan dinamika yang masih berjalan di tubuh organisasi. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup, sementara suasana di luar gedung tetap dipantau Banser hingga kegiatan berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









