Kalender Jawa Bulan Juni 2025 Lengkap dengan Weton dan Tanggalan Hijriah

AKURAT.CO Memasuki bulan Juni 2025, kebutuhan masyarakat terhadap informasi penanggalan tradisional seperti kalender Jawa tetap tinggi.
Tidak hanya berfungsi sebagai acuan waktu, kalender Jawa juga digunakan untuk berbagai keperluan kultural dan spiritual, seperti menentukan weton, merencanakan hajatan, hingga kegiatan adat tertentu.
Kalender Jawa memiliki sistem penghitungan waktu yang khas, yaitu dengan memadukan kalender Masehi, Hijriah, dan sistem penanggalan tradisional Jawa.
Dalam sistem ini, dikenal dua siklus utama, yaitu siklus mingguan tujuh hari sebagaimana kalender Masehi, dan siklus pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Mengacu pada data dari Kementerian Agama Republik Indonesia serta buku "Penanggalan Islam" karya Muh Hadi Bashori, berikut ini adalah daftar tanggal lengkap kalender Jawa untuk bulan Juni 2025, yang juga memuat konversi ke kalender Hijriah dan Masehi beserta weton hariannya.
Pada 1 Juni 2025, bertepatan dengan hari Minggu Wage, masyarakat Jawa memasuki tanggal 4 Besar 1958 Za’. Hari itu dalam kalender Islam bertepatan dengan 5 Dzulhijjah 1446 H.
Sedangkan pada 27 Juni 2025, yang jatuh pada hari Jumat Kliwon, merupakan hari terakhir bulan Besar, sekaligus menandai pergantian tahun Hijriah ke 1 Muharram 1447 H. Hari berikutnya, 28 Juni 2025, menjadi awal bulan Suro tahun Jawa 1959 Dal.
Berikut cuplikan beberapa tanggal penting dalam kalender Jawa bulan Juni 2025:
-
6 Juni 2025 jatuh pada hari Jumat Wage, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 H, yang merupakan Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam.
-
27 Juni 2025 merupakan akhir bulan Besar dalam kalender Jawa dan sekaligus permulaan tahun baru Hijriah.
-
28 Juni 2025 menjadi 1 Suro 1959 Dal, hari yang secara budaya Jawa sering diperingati sebagai awal tahun baru dengan berbagai ritual spiritual.
Baca Juga: Tata Cara Melaksanakan Penyembelihan Hewan Kurban yang Sesuai Syariat Islam
Secara keseluruhan, kalender Jawa bulan Juni 2025 mencakup tanggal 4 Besar hingga 3 Suro, dengan wuku yang berganti dari Kuruwelut, Marakeh, Tambir, Madhangkungan, hingga memasuki Maktal pada akhir bulan.
Kehadiran kalender semacam ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, namun juga alat bantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas yang berlandaskan kearifan lokal.
Di tengah arus modernisasi, pelacakan waktu dengan acuan kalender Jawa masih memiliki tempat penting bagi sebagian masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian Jawa Timur.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya






