Akurat Logo

Kalender Jawa Weton, Apakah Orang yang Lahir pada Tanggal Tertentu Memiliki Aura? Ini Jawaban Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 29 November 2024, 12:00 WIB
Kalender Jawa Weton, Apakah Orang yang Lahir pada Tanggal Tertentu Memiliki Aura? Ini Jawaban Islam

AKURAT.CO Kalender Jawa adalah sistem penanggalan tradisional yang memadukan unsur kalender Islam, Hindu, dan budaya lokal.

Salah satu konsep dalam kalender ini adalah weton, yaitu kombinasi antara hari dalam kalender Jawa dan pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi).

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton sering dikaitkan dengan karakter seseorang, rezeki, keberuntungan, bahkan “aura” atau energi tertentu. Namun, bagaimana Islam memandang keyakinan semacam ini?

Perspektif Islam tentang Aura dan Tanggal Lahir

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu, termasuk sifat dan nasib manusia, adalah bagian dari kehendak Allah.

Dalam Al-Qur'an, Allah menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan dengan sifat-sifat tetap yang bergantung pada waktu atau tempat kelahiran mereka. Allah berfirman:

"إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ"

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin: 4)

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi kebaikan, tanpa bergantung pada hari atau tanggal kelahirannya.

Dalam pandangan Islam, apa yang disebut "aura" lebih terkait dengan perbuatan dan kebersihan hati, bukan waktu kelahiran.

Baca Juga: Keharaman Bermain Togel dalam Islam, Lengkap dengan Dalil Al-Qur'an, Hadis dan Pendapat Ulama

Takdir dan Perbuatan Manusia

Islam juga mengajarkan bahwa takdir manusia ditentukan oleh Allah, tetapi manusia memiliki kebebasan untuk berusaha dan memilih jalan hidupnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"كُلُّكُمْ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ"

"Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertobat." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa karakter dan nasib manusia tidaklah tetap, melainkan bergantung pada upaya mereka untuk memperbaiki diri.

Tidak ada dalil dalam Islam yang mendukung keyakinan bahwa hari atau tanggal lahir memberikan pengaruh khusus terhadap sifat atau "aura" seseorang.

Larangan Percaya pada Ramalan

Islam dengan tegas melarang umatnya mempercayai ramalan atau sesuatu yang tidak berdasarkan dalil syar'i. Allah berfirman:

"وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ"

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya." (QS. Al-Isra': 36)

Percaya bahwa weton atau tanggal lahir memiliki kekuatan tertentu termasuk dalam perkara ghaib yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah juga bersabda:

"مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ"

"Barang siapa mendatangi peramal atau dukun dan mempercayai apa yang mereka katakan, maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad."
(HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Dalam Islam, kepribadian dan takdir seseorang tidak ditentukan oleh waktu kelahiran, melainkan oleh amal perbuatan dan kehendak Allah.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Guru Direalisasikan di Era Presiden Prabowo, Ini Kewajiban Memuliakan Guru dari Sisi Finansial dalam Islam

Keyakinan bahwa weton atau tanggal lahir memiliki pengaruh terhadap "aura" seseorang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur'an maupun hadis.

Sebagai seorang Muslim, penting untuk memahami bahwa karakter manusia dibentuk oleh usaha, doa, dan ketakwaan kepada Allah, bukan oleh ramalan atau keyakinan yang tidak memiliki landasan syar'i.

Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi keyakinan semacam itu dan tetap berpegang pada ajaran Islam yang lurus, yang berdasarkan wahyu dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.