AKURAT.CO Toleransi adalah salah satu pilar penting dalam Islam, terutama dalam konteks hubungan antarumat beragama.
Ketika kita membicarakan sikap seorang Imam Besar Masjid Istiqlal yang mencium kening Paus Fransiskus, pertanyaan yang muncul adalah: apakah hal ini dibolehkan dalam Islam?
Untuk menjawabnya, mari kita lihat beberapa aspek penting terkait adab, interaksi, dan prinsip toleransi dalam Islam.
Dalil-Dalil dalam Al-Qur’an dan Hadis Tentang Toleransi
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi toleransi dan hubungan baik antar sesama manusia, termasuk dengan non-Muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
(QS. Al-Mumtahanah: 8)
Baca Juga: Tangan Nasaruddin Umar Dicium Paus Fransiskus, Siapa Sosok Imam Besar Masjid Istiqlal Itu?
Ayat ini menegaskan bahwa dalam Islam, selama seseorang tidak memerangi umat Islam karena agama atau menyerang mereka, umat Islam diperbolehkan untuk memperlakukan mereka dengan kebaikan dan keadilan. Ini adalah landasan penting dalam membangun toleransi antara umat Islam dan non-Muslim.
Interaksi dan Adab dalam Islam
Dalam konteks adab dan interaksi, mencium kening adalah bentuk penghormatan yang sering kali disalahpahami.
Islam tidak memberikan larangan tegas terhadap bentuk-bentuk penghormatan kepada pemimpin agama lain, selama tidak ada unsur ibadah yang dilakukan terhadap mereka.
Rasulullah SAW sendiri menunjukkan sikap yang sangat toleran dan penuh hormat terhadap non-Muslim. Salah satu contohnya adalah dalam perjanjian Hudaibiyah, di mana Rasulullah SAW berinteraksi dengan kaum Quraisy yang masih kafir pada waktu itu, dengan penuh kesantunan dan diplomasi. Bahkan dalam interaksi sehari-hari, beliau sering menjalin hubungan baik dengan tetangganya yang non-Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
من لا يرحم الناس لا يرحمه الله
"Barang siapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya."
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menggarisbawahi pentingnya sikap kasih sayang dan toleransi terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang agama.
Maka, tindakan mencium kening Paus Fransiskus dapat dilihat sebagai bentuk penghormatan kepada sesama pemimpin agama, bukan sebagai tindakan yang melanggar syariat Islam.
Baca Juga: Sosok Wanita Berkursi Roda Sambut Kedatangan Paus untuk Misa Akbar di GBK
Hukum Mencium dalam Islam
Mencium dalam Islam sering kali dikaitkan dengan bentuk kasih sayang atau penghormatan.
Dalam hadis, disebutkan bahwa Rasulullah SAW mencium sahabat-sahabatnya sebagai tanda kasih sayang. Salah satu contoh yang dikenal adalah ketika Rasulullah SAW mencium kepala sahabat Ali bin Abi Thalib setelah sebuah peristiwa penting.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:
أن النبي قبل عثمان بن مظعون وهو ميت
"Sesungguhnya Nabi mencium Utsman bin Mazh’un saat ia meninggal."
(HR. Abu Dawud)
Ini menunjukkan bahwa mencium seseorang sebagai bentuk kasih sayang atau penghormatan tidak dilarang dalam Islam selama tidak ada unsur penyembahan atau syirik.
Toleransi sebagai Nilai Universal
Tindakan mencium kening Paus Fransiskus juga mencerminkan nilai-nilai universal dalam agama Islam, yaitu menghormati dan mempererat hubungan antarumat beragama.
Dalam sebuah dunia yang semakin plural, Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan semua pihak, terlepas dari perbedaan keyakinan.
Penting untuk dicatat bahwa penghormatan ini tidak harus diartikan sebagai pengakuan terhadap keyakinan agama lain, tetapi lebih sebagai bentuk sikap saling menghormati sebagai sesama manusia dan pemimpin agama.
Dalam Islam, tindakan mencium kening seseorang, termasuk Paus Fransiskus, sebagai bentuk penghormatan tidak bertentangan dengan ajaran agama, selama tidak ada unsur ibadah di dalamnya.
Islam mengajarkan nilai-nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama, bahkan terhadap non-Muslim.
Dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis menunjukkan bahwa umat Islam diharapkan untuk berinteraksi dengan penuh kasih sayang, keadilan, dan rasa hormat.
Maka, tindakan Imam Besar Masjid Istiqlal yang mencium kening Paus Fransiskus dapat dilihat sebagai langkah menuju toleransi yang lebih besar antara agama, selaras dengan ajaran Islam yang menekankan hubungan harmonis dengan seluruh umat manusia.









