AKURAT.CO Menjelang Pilkada serentak, dinamika perpolitikan di Indonesia semakin memanas.
Para calon kepala daerah berlomba-lomba meraih dukungan dari masyarakat, baik melalui kampanye terbuka, debat politik, maupun melalui media sosial.
Di tengah hiruk-pikuk politik ini, penting bagi umat Islam untuk merujuk pada pedoman utama, yaitu Al-Qur'an, guna memahami bagaimana Islam memandang fenomena ini.
Prinsip Dasar Kepemimpinan dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an memberikan panduan tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap dan bagaimana umat Islam harus memilih pemimpin. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah:
"إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا"
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. An-Nisa: 58)
Ayat ini menekankan pentingnya menempatkan amanah atau tanggung jawab kepada orang yang berhak menerimanya, yakni orang yang mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik dan adil.
Dalam konteks Pilkada, umat Islam diingatkan untuk memilih pemimpin yang amanah, yang mampu menjalankan tugas kepemimpinan dengan adil dan bijaksana.
Kewajiban Menegakkan Keadilan
Al-Qur'an juga mengingatkan tentang kewajiban menegakkan keadilan, yang menjadi fondasi utama dalam sistem kepemimpinan dan pemerintahan. Allah SWT berfirman:
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا"
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Nisa: 135)
Ayat ini menekankan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang latar belakang, kekayaan, atau kedudukan seseorang. Ini menjadi pengingat bahwa dalam memilih pemimpin, umat Islam harus menilai kandidat berdasarkan kemampuannya menegakkan keadilan dan bukan berdasarkan popularitas, kekayaan, atau pengaruh politik.
Menghindari Fitnah dan Kerusakan
Pilkada seringkali diwarnai dengan fitnah, hoaks, dan kampanye hitam. Al-Qur'an memperingatkan umat Islam untuk menjauhi perbuatan yang merusak ini. Allah SWT berfirman:
"وَٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ بِغَيۡرِ مَا ٱكۡتَسَبُواْ فَقَدِ ٱحۡتَمَلُواْ بُهۡتَـٰنٗا وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا"
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS. Al-Ahzab: 58)
Baca Juga: Mbak Rara Pawang Hujan Kembali Viral di Aceh, Apakah Pawang Hujan Sesuai Syariat Islam?
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak terlibat dalam perbuatan yang menyakiti orang lain, seperti menyebarkan fitnah atau tuduhan tanpa dasar. Dalam konteks Pilkada, hal ini relevan untuk menahan diri dari menyebarkan atau mempercayai informasi yang tidak jelas kebenarannya.
Dalam menghadapi situasi politik menjelang Pilkada serentak, Al-Qur'an memberikan panduan yang jelas bagi umat Islam.
Umat diingatkan untuk memilih pemimpin yang amanah, menegakkan keadilan, dan menjauhi segala bentuk fitnah serta kerusakan.
Dengan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, umat Islam diharapkan dapat berpartisipasi dalam proses politik dengan cara yang bermartabat dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.









