Akurat Logo

Sejarah Raudhah di Masjid Nabawi Madinah, Tempat Suci dan Mustajab untuk Berdoa

Fajar Rizky Ramadhan | 14 Mei 2024, 08:28 WIB
Sejarah Raudhah di Masjid Nabawi Madinah, Tempat Suci dan Mustajab untuk Berdoa

AKURAT.CO Raudhah adalah salah satu tempat paling suci dan mulia di Masjid Nabawi, Madinah. Terletak antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW, Raudhah disebut sebagai "taman surga".

Nama "Raudhah" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti taman, dan tempat ini diyakini memiliki keutamaan serta keberkahan yang luar biasa.

Asal Usul dan Lokasi

Raudhah berlokasi di bagian depan Masjid Nabawi, tepat di antara mimbar Nabi Muhammad SAW dan makam beliau yang berada di kamar Aisyah, istri Nabi. Ukurannya sekitar 22 meter kali 15 meter. Di dalam Raudhah terdapat tiga tiang bersejarah yang dikenal sebagai tiang-tiang khusus dengan nama dan sejarahnya masing-masing:

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Masjid Nabawi Madinah, Renovasi dari Waktu ke Waktu

  1. Tiang al-Haras (Penjaga): Tiang ini adalah tempat di mana para sahabat menjaga Nabi ketika beliau sedang beristirahat.
  2. Tiang al-Mukhallaqah (Wangi): Dinamai demikian karena di tiang ini sering diberikan minyak wangi.
  3. Tiang al-Wufud (Delegasi): Tempat di mana delegasi dari suku-suku Arab duduk ketika mengunjungi Nabi.

Sejarah dan Signifikansi

Sejarah Raudhah bermula sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Nabi sering berdoa dan beribadah di tempat ini. Hadis Nabi menyebutkan bahwa, "Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga" (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menjadikan Raudhah sebagai tempat yang sangat diidamkan untuk dikunjungi oleh umat Islam.

Raudhah juga merupakan saksi bisu dari banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam. Di tempat ini, para sahabat sering berkumpul untuk mendengarkan khutbah Nabi, berdiskusi tentang masalah keagamaan, dan membuat keputusan penting bagi komunitas Muslim.

Perkembangan Raudhah dari Masa ke Masa

Seiring dengan perluasan dan renovasi Masjid Nabawi, Raudhah juga mengalami perubahan. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan, masjid diperluas untuk menampung jumlah jamaah yang semakin banyak. Kemudian, pada masa Kekhalifahan Abbasiyah dan Ottoman, Masjid Nabawi terus mengalami perluasan dan renovasi yang mengubah struktur dan tata letak asli dari masjid.

Baca Juga: 5 Peringatan Hari Besar Islam Tahun 2024 Beserta Waktunya

Namun, posisi Raudhah tetap dipertahankan dan dijaga dengan baik. Hingga saat ini, Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau yang berbeda dengan karpet merah yang menutupi sebagian besar area masjid lainnya. Hal ini memudahkan para jamaah untuk mengenali dan menemukan lokasi Raudhah.

Keutamaan dan Etika Beribadah di Raudhah

Banyak umat Islam yang datang dari seluruh dunia untuk beribadah dan berdoa di Raudhah. Mereka percaya bahwa doa-doa yang dipanjatkan di tempat ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Karena kepadatan jamaah yang ingin mengunjungi Raudhah, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan aturan dan waktu tertentu untuk menjaga ketertiban dan memberikan kesempatan kepada semua jamaah.

Etika beribadah di Raudhah sangat ditekankan, mengingat tempat ini sangat sakral. Para jamaah diharapkan menjaga kesopanan, tidak berdesak-desakan, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk beribadah dengan khusyuk.

Raudhah di Masjid Nabawi adalah salah satu tempat yang paling dihormati dan dicintai oleh umat Islam di seluruh dunia. Sejarah panjangnya yang kaya, mulai dari masa Nabi Muhammad SAW hingga saat ini, menjadikannya sebagai pusat spiritual yang terus memancarkan keberkahan. Kunjungan ke Raudhah bukan hanya sebuah perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam, memperkuat iman dan kedekatan kepada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.