Akurat

5 Pembatasan terhadap Pemeluk Agama Islam di Uzbekistan

Fajar Rizky Ramadhan | 30 April 2024, 08:30 WIB
5 Pembatasan terhadap Pemeluk Agama Islam di Uzbekistan

AKURAT.CO Negara Uzbekistan, sebuah republik di Asia Tengah, memiliki sejarah panjang dalam mengatur praktik agama di dalam wilayahnya.

Meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim, pemerintah Uzbekistan telah menerapkan serangkaian pembatasan terhadap praktik keagamaan, terutama terhadap pemeluk Islam.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima di antara pembatasan di negara Uzbekistan terhadap pemeluk agama Islam:

Baca Juga: Profil Negara Uzbekistan: Tempat Kelahiran Imam Bukhari

1. Pengawasan Ketat terhadap Aktivitas Keagamaan

Pemerintah Uzbekistan secara ketat mengawasi aktivitas keagamaan di negara tersebut. Semua organisasi keagamaan harus terdaftar dan mendapatkan izin resmi dari pemerintah untuk beroperasi. Ini sering kali mempersulit masyarakat dalam mendirikan masjid atau sekolah agama baru.

2. Kontrol atas Khotbah Jumat

Pemerintah Uzbekistan memantau dan mengontrol isi khotbah Jumat yang disampaikan di masjid-masjid. Khotbah harus sesuai dengan panduan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan imam-imam yang melanggar aturan tersebut dapat dihukum.

3. Pembatasan Pada Pendidikan Agama

Pemerintah Uzbekistan juga menerapkan pembatasan pada pendidikan agama. Sekolah-sekolah agama harus mengikuti kurikulum yang disetujui pemerintah, yang sering kali tidak memberikan ruang untuk pengajaran agama Islam yang mendalam.

4. Pelarangan Praktik Keagamaan di Tempat Umum

Pemerintah Uzbekistan melarang praktik keagamaan di tempat umum, seperti salat jamaah di luar masjid atau penggunaan pakaian atau atribut keagamaan yang mencolok. Ini dapat menyulitkan pemeluk agama Islam dalam menjalankan ibadah mereka secara terbuka.

Baca Juga: Apa Agama Negara Uzbekistan?

5. Pengawasan Terhadap Pemeluk Islam

Pemerintah Uzbekistan juga melakukan pengawasan terhadap pemeluk agama Islam. Mereka sering kali dicurigai dan diawasi oleh aparat keamanan, yang dapat mengakibatkan intimidasi dan penahanan tanpa proses hukum yang adil.

Meskipun pemerintah Uzbekistan mengklaim bahwa pembatasan-pembatasan ini diterapkan untuk mencegah ekstremisme dan menjaga stabilitas negara, banyak pihak yang mengkritiknya sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan hak asasi manusia.

Dengan demikian, masalah pembatasan terhadap pemeluk agama Islam di Uzbekistan tetap menjadi topik yang kontroversial dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari masyarakat internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.