Polemik Film Horor 'Kiblat", MUI Minta Sutradara Film Cermati Hal Ini
Fajar Rizky Ramadhan | 27 Maret 2024, 11:57 WIB

AKURAT.CO Film horor ‘Kiblat’ beberapa hari terakhir ramai diperbincangan dibmedia sosial. Selain judul film, poster orang yang sedang rukuk dan wajah menghadap ke atas memang mengerikan.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan agar penggunaan istilah maupun simbol keagamaan harus ditempatkan secara adil. Artinya pada posisi yang pas dan semestinya.
“Prinsipnya, kita harus menggunakan istilah maupun simbol agama pada tempat yang pas, ” tegas Kiai Niam, Selasa (26/03/2024) di Jakarta.
Niam juga menyebut, MUI memang belum membahas masalah ini secara khusus. Komisi Fatwa juga belum mengkaji fatwa soal penggunaan istilah-istilah agama yang tidak sesuai tempatnya. Selain harus ada permintaan, fatwa juga baru dikeluarkan ketika ada informasi utuh.
“Fatwa baru ditetapkan ketika ada pendalaman materi dengan informasi utuh, ” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis melalui akun pribadi instagramnya menyampaikan soal film kiblat berdasarkan poster filmnya.
“Saya tidak tahu isi filmnya (filmnya belum beredar di bioskop), maka belum bisa berkomentar (tentang film secara keseluruhan), tapi gambar (poster filmnya) seram namun pemilihan judulnya kiblat, ” ujar Cholil melalui laman instagramnya.
Pemilihan judul kiblat itu yang menurut Kiai Cholil kurang proporsional. Sebab, ketika dia mencari makna kiblat dari berbagai sumber hanya muncul satu makna yaitu arah menghadapnya orang-orang Islam ketika shalat.
“Saya buka-buka di beberapa sumber, arti kiblat hanya ka’bah, arah menghadapnya orang-orang yang shalat, ” ujarnya.
Dalam KBBI misalnya, kiblat diartikan sebagai “arah ke Kakbah di Makkah”. Ensiklopedia tertua di dunia, Britannica, juga mendeskripsikan kiblat (qibla/kiblah) dengan makna yang sama: the direction of the sacred shrine of the Kaaba in Mecca, Saudi Arabia, toward which Muslims turn five times each day when performing the salat (daily ritual prayer).
Artinya, kiblat memiliki makna tunggal yaitu Ka’bah di Makkah. Pemilihan judul kiblat sebagai film horor ini yang dianggap bermasalah, apalagi di sampingnya ada seorang berjubah sedang rukuk dengan wajah terbalik menghadap ke atas.
Film Kiblat ini memang menimbulkan banyak komentar di media sosial. Sutradara Film, Gina S Noer menyebut bahwa simbol-simbol keagamaan, terutama Islam, seringkali hanya dijadikan ornamen semata. Film horor Indonesia banyak yang hanya menghadirkan sensasi ketakutan kepada penonton.
Padahal, kata dia, di film horor terlaris asal Korea, Exhuma, simbol keagamaan justru menjadi penguat keimanan seseorang. Bahwa iman yang kuat membuat orang tidak mudah takut dengan hal-hal gaib seperti makhluk halus dan sejenisnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









