AKURAT.CO Berbagi takjil saat Ramadhan merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan. Takjil merupakan makanan ringan yang biasa dimakan saat berbuka puasa.
Berbagi takjil tidak hanya dilakukan oleh umat muslim saja, tetapi orang non muslim pun turut membagikannya. Hal ini merupakan salah satu bentuk toleransi antarumat beragama. Karena Indonesia memilki 6 agama yang tersebar.
Lalu bagaimana hukum menerima takjil dari non muslim? Berikut penjelasannya!
Dikutip dari NU Online, kita diperbolehkan untuk menerima takjil pemberian dari non muslim. Karena status makanan yang diberikan oleh non muslim ini bestatus sebagai hibah atau hadiah. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Kitab Fathul Bari sebagai berikut:
Baca Juga: Ramai Dibicarakan, Apa Arti Ramadhan Core?
قَالَ بن بَطَّالٍ مُعَامَلَةُ الْكُفَّارِ جَائِزَةٌ إِلَّا بَيْعَ مَا يَسْتَعِينُ بِهِ أَهْلُ الْحَرْبِ عَلَى الْمُسْلِمِينَ الي ان قال وَجَوَازُ قَبُولِ الْهَدِيَّةِ مِنْهُ
Artinya, "Ibnu Baththal berkata bahwa melakukan transaksi dengan non muslim hukumnya boleh kecuali dalam kasus jual beli sesuatu yang dapat mendukung kafir harbi untuk memerangi kaum muslim, ... dan diperbolehkan menerima hadiah dari non muslim." (Ahmad bin Ali bin Hajar Abu Fadhal Al-Asqalani, Fathul Bari Syarhu Shahih Bukhari, [Bairut, Darul Ma'rifat: 1378 H], juz IV, halaman 410).
Imam Nawawi pensyarah Shahih Muslim juga mengomentari hadits di atas sebagai dalil kebolehan menerima hadiah dari non muslim.
في هذا الحديث جواز قبول هدية الكافر
Artinya, "Dengan haditst ini diperbolehkan menerima hadiah dari non muslim." (Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Syarah Nawawi 'ala Muslim, [Beirut: Darul Ihya'it Turats], juz XV, halaman 51).
Meski diperbolehkan, kita tetap harus memperhatikan jenis makanan yang diberi. Makanan yang diterima harus berupa makanan yang halal dikonsumsi oleh umat muslim. Contoh makanannya bisa berupa roti, gorengan, makanan siap saji dengan berbagai menu, buah-buahan, minuman kemasan, es dengan berbagai macamnya, kolak dan lain sebagainya.
Baca Juga: Ustadz Miftahur Rahman Isbandi: Tingkatkan Tiga Hal Ini Selama Bulan Ramadhan
Dari sini dapat disimpulkan jika tidak ada larangan bagi umat muslim untuk menerima takjil dari para non muslim. Meski begitu, kita harus tetap bersikap hati-hati dengan hanya menerima makanan yang halal untuk dikonsumsi saja. Wallahu a'lam bis shawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot









