Sejarah Pertamakali Rasulullah SAW Hijrah ke Madinah, Dramatis dan Penuh Perjuangan

AKURAT.CO Rasulullah SAW melakukan Hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, yang juga dikenal sebagai tahun Hijriyah pertama. Keputusan ini diambil setelah intensifikasi persekusi terhadap Muslim di Mekah. Peristiwa ini memiliki dampak sejarah yang mendalam, menandai awal dari kalender Hijriah dan fase baru dalam perjalanan Islam.
Pertama-tama, Rasulullah SAW dan pengikutnya menghadapi tekanan dan penyiksaan di Mekah oleh orang Quraisy. Setelah menerima undangan dari penduduk Madinah yang telah mengakui kepemimpinannya, Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar melakukan perjalanan menuju Madinah pada malam 27 Rabi'ul Awwal.
Selama perjalanan ini, Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Thawr untuk menghindari kejaran musuh. Keluarnya Ali bin Abi Thalib yang berada di tempat tidur Rasulullah untuk menyerahkan barang-barang amanah kepada pemiliknya membuat musuh meyakini bahwa Rasulullah dan Abu Bakar tetap di tempat tidur.
Baca Juga: Sejarah Pertamakali Rasulullah SAW Berdakwah, Penuh dengan Penolakan dan Kekerasan Orang Kafir
Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW disambut dengan sukacita oleh penduduk setempat. Keberangkatan Nabi Muhammad dan hijrahnya ke Madinah menandai titik balik dalam sejarah Islam, membentuk basis yang kuat untuk berkembangnya umat Muslim. Hijrah tidak hanya mengakhiri periode kesengsaraan di Mekah tetapi juga mengubah Madinah menjadi pusat kehidupan Islam yang dinamis.
Secara politis, Rasulullah SAW memainkan peran kunci dalam merancang Konstitusi Madinah, dokumen kontrak sosial yang mengatur hubungan antara Muslim dan non-Muslim di kota tersebut. Hijrah juga menjadi landasan untuk pembentukan negara Islam pertama, membuka babak baru dalam penyiaran dan penyebaran ajaran Islam.
Dengan hijrahnya ke Madinah, Rasulullah SAW menunjukkan keteguhan dan keberanian dalam menjalankan misinya. Peristiwa ini bukan hanya pemindahan geografis, tetapi juga awal dari suatu era baru dalam sejarah Islam yang membentuk pondasi keberlanjutan dakwah dan penyebaran ajaran Islam di seluruh Arabian Peninsula.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








