Jelang Natal, Berikut Toleransi Beragama Ala Nabi Terhadap Umat Beragama Lain

AKURAT.CO Menyambut perayaan natal pada 25 Desember mendatang, sikap toleransi antar umat beragama harus dijunjung tinggi oleh seluruh kalangan masyarakat, termasuk bagi umat muslim sebagai agama mayoritas di Indonesia, dalam menghormati hari raya agama lain.
Dalam sikap toleransi, Nabi Muhammad SAW senantiasa berperilaku baik dan santun kepada umat beragama lainnya demi menjaga pesan damai dan kasih sayang atas agama Islam, serta sebagai teladan bagi umatnya dalam bersikap adil dan tidak zalim kepada sesama saudara non muslim.
Di dalam Al-Quran surat Al-Mumtahanah ayat 8 sendiri, Allah SWT juga memerintahkan sikap baik dan adil kepada umat beragama lain selama mereka tidak berlaku zalim dan menghina agama Islam rahmatan lil alamin, sebagai berikut:
لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ٨
Lâ yan-hâkumullâhu ‘anilladzîna lam yuqâtilûkum fid-dîni wa lam yukhrijûkum min diyârikum an tabarrûhum wa tuqsithû ilaihim, innallâha yuḫibbul-muqsithîn
Baca Juga: Larangan Politik Identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, Umat Islam Wajib Baca Agar Tidak Tertipu
Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah: 8).
Dilansir dari NU Online, Islam memandang non muslim dengan jenis tertentu, salah satunya adalah kafir dzimmi. Golongan tersebut merupakan orang-orang kafir yang menjunjung perdamaian dan tidak memerangi umat Islam, sehingga harus diperlakukan dengan baik dan adil.
Dalam suatu kisah, diceritakan bahwa sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Amru, menyaksikan sikap toleransi Rasulullah SAW yang senantiasa membagikan daging kambing hasil sembelihannya kepada para tetangganya yang non muslim.
Abdullah bin Amru kemudian menceritakan kisah tersebut kepada anaknya sebagai wasiat yang harus diteladani dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:
أهديتم لجاري اليهودي؟ فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه سيورثه
Artinya: "Apakah sudah kau berikan sebagian untuk tetanggaku yang Yahudi? Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah berkata, Jibril selalu mewasiatkan kepadaku (agar berbuat baik) kepada tetangga, sampai aku menyangka ia ingin memberi sebuah warisan kepadanya." (HR. Abu Daud).
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka sikap toleransi haruslah dijunjung umat muslim dalam bermuamalah dengan umat beragama, baik Kristen, Hindu, Budha, serta agama lainnya yang dianut masyarakat Indonesia.
Sebagaimana menghadapi perayaan natal yang sebentar lagi berjalan, maka sikap saling menghormati, tidak mengganggu, memberikan ruang, serta sikap baik lainnya menjadi hak bagi umat Kristiani atas sikap umat muslim, maupun umat agama lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






