Akurat Logo

7 Cara Menghindari Ghibah Sesuai Ajaran Islam, Dijamin Akan Menjauhkan Anda dari Dosa

Tria Sutrisna | 18 Desember 2023, 14:34 WIB
7 Cara Menghindari Ghibah Sesuai Ajaran Islam, Dijamin Akan Menjauhkan Anda dari Dosa

AKURAT.CO Umat Islam diajarkan untuk menghindari ghibah karena dianggap sebagai salah satu dosa yang tidak disukai oleh Allah SWT. 

Meskipun sulit untuk dihindari, berbicara buruk tentang orang lain, atau menggunjing, tetap dianggap sebagai perbuatan yang tidak diperbolehkan, terutama jika dilakukan dengan sengaja. Sehingga kita bisa mudah menghindari ghibah.

Ghibah merupakan perbuatan membicarakan keburukan orang lain yang tidak ada di hadapan kita, ghibah dapat berdampak negatif bagi diri sendiri, orang yang dighibahi, dan masyarakat. Sebagai umat Islam kita harus terus berusaha menghindari ghibah.

Baca Juga: Sakaratul Maut Nabi Muhammad SAW: Titik Puncak Kehidupan Seorang Rasul dan Paling Memilukan bagi Umat Islam

Islam jelas mengharamkan melakukan ghibah seperti yang disebutkan secara langsung dalam Alquran, dalam surat Al Hujurat ayat 12, Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ 

yâ ayyuhalladzîna âmanujtanibû katsîram minadh-dhanni inna ba‘dladh-dhanni itsmuw wa lâ tajassasû wa lâ yaghtab ba‘dlukum ba‘dlâ, a yuḫibbu aḫadukum ay ya'kula laḫma akhîhi maitan fa karihtumûh, wattaqullâh, innallâha tawwâbur raḫîm

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Lantas, bagaimana cara menghindari perbuatan ghibah? Berikut 7 cara menghindari ghibah sesuai ajaran Islam yang dapat dilakukan. Simak selengkapnya!

  1. Bergaul dengan Orang Sholeh

Pergaulan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Saat berinteraksi dengan  seseorang yang berkelakuan baik, kecenderungan kita untuk mengikuti perilaku positif juga meningkat.

Sebaliknya, ketika bergaul dengan individu yang memiliki kebiasaan buruk, hal ini juga dapat memengaruhi pola perilaku kita. Menghindari perilaku ghibah, misalnya, membutuhkan menjauhi orang-orang yang sering melakukan ghibah.

Dalam hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran seorang teman :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Artinya: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

  1. Menjaga Lidah

Seseorang dapat terjerumus dalam ghibah karena kurangnya pengendalian terhadap ucapannya. 

Penting bagi seseorang untuk menyadari bahwa jika mengetahui suatu hal yang negatif, lebih baik tidak mengucapkannya agar terhindar dari bahaya yang bisa ditimbulkan oleh perkataan tersebut. 

Baca Juga: 4 Jenis Nafkah Mantan Suami kepada Anak dan Istrinya Setelah Cerai dalam Islam, Suami Wajib Mengerti!

Menjaga mulut untuk berkata-kata yang baik dapat melindungi diri dari konsekuensi buruk yang mungkin timbul akibat perkataan yang tidak bermanfaat atau merugikan.

  1. Merefleksikan Diri

Merefleksikan diri merupakan langkah sulit yang sering terabaikan. Banyak yang cenderung menilai kesalahan orang lain tanpa menyadari kekurangan diri sendiri. 

Namun, intropeksi adalah langkah penting, terutama untuk mengidentifikasi kelemahan dalam diri sendiri. 

Saat menyadari bahwa diri kita memiliki banyak kekurangan, malu akan muncul, menghambat kita untuk menyoroti kelemahan orang lain.

  1. Mengingat Kebaikan Orang Lain

Tidak semua orang yang diperbincangkan memiliki sisi buruk. Setiap individu memiliki aspek baik dan buruk.

Saat ingin membicarakan keburukan seseorang, ingatlah juga akan kebaikannya.

Terutama jika orang tersebut sering membantu kita dalam masalah, ingat akan kebaikannya bisa meredakan keinginan untuk mengungkap sisi negatifnya.

Penting untuk menghilangkan kebiasaan buruk mengomentari orang atas kesalahan kecilnya, terutama jika kita belum mencapai tingkat kesempurnaan yang sama.

  1. Banyak Berpikir Positif

Berpikir positif berperan besar dalam melindungi diri dari pemikiran negatif yang merusak. 

Hal ini tidak hanya memengaruhi kehidupan secara positif tetapi juga memberikan dampak baik pada diri Anda. Sebaliknya, berpikir negatif akan membawa dampak yang berlawanan.

Pemikiran negatif mampu menenggelamkan seseorang dalam pola pikir yang tidak menguntungkan, yang berujung pada perilaku yang menyimpang. 

Selain itu, ketika kita memiliki pikiran negatif terhadap orang lain, kita cenderung untuk mengucapkan hal-hal buruk tentang mereka.

  1. Saling Mengingatkan 

Memberikan peringatan atau nasehat kepada sesama adalah hal yang baik, namun penting untuk mencerminkan perilaku yang positif.

Ini mencegah situasi di mana kita menasehati orang lain sementara perilaku kita sendiri tidak sesuai.

Bagi umat Islam, ghibah adalah perbuatan yang sangat dihindari dan dilarang keras karena bisa mendatangkan dosa serta murka dari Allah.

Praktek ini mengakibatkan dosa yang seharusnya ditanggung oleh orang yang melakukan ghibah.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan secara matang sebelum melakukan perbuatan tersebut.

  1. Diam atau Tidak Menanggapi

Salah satu cara untuk menghindari perbuatan ghibah adalah dengan memilih untuk diam atau tidak merespons saat ada pembicaraan yang berpotensi menuju ghibah. 

Dalam situasi di mana topik atau percakapan berpotensi membawa pada pembicaraan negatif tentang orang lain, memilih untuk tidak ikut serta atau memberikan tanggapan dapat menjadi langkah bijak. 

Dengan memilih diam, seseorang dapat menghindari terperangkap dalam lingkaran ghibah yang dapat membawa dampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang Artinya:"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." (Muttafaq 'alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Lufaefi
Editor
Lufaefi