Akurat Logo

5 Hadis Nabi Tentang Perintah Puasa Ayyamul Bidh, Rasakan Keajaibannya!

Thony H | 30 Oktober 2023, 09:40 WIB
5 Hadis Nabi Tentang Perintah Puasa Ayyamul Bidh, Rasakan Keajaibannya!

AKURAT.CO - Puasa Ayyamul Bidh, yang juga dikenal sebagai puasa pada hari ke-13, 14, dan 15 dalam bulan Hijriah, memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam.

Puasa Ayyamul Bidh dijalankan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah, dengan bulan Rabiul Awal memiliki keutamaan khusus karena merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Di dalam banyak riwayat disebutkan perintah-perintah melaksanakan puasa ayyamul bidh, ini bukti bahwa amalan tersebut adalah amalan utama dalam Islam.

Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2023, Ini Bacaan Niat Hingga Keutamaannya Untuk Umat Muslim

Hadits Pertama: Puasa yang dilanggengkan Nabi Muhammad SAW

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal tidak akan saya tinggalkan sampai saya meninggal dunia, puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat duha dan tidur dalam kondisi sudah shalat witir.” [HR. Bukhari, no. 1124 dan Muslim, no. 721].

Hadits Kedua: Kebaikan saat berpuasa dilipatgandakan 10 kali

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku:

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا، فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Cukup bagi anda agar berpuasa tiga hari setiap bulan. Maka bagi anda setiap kebaikan (dilipat gandakan) sepuluh kali. Maka itu adalah puasa dahr (setahun) penuh.” [HR. Bukhari, no. 1874 dan Muslim, no. 1159].

Hadits Ketiga: Perintah langsung dari Nabi Muhammad SAW

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata:  “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku,

إِذا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثًا، فَصُمْ ثَلاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبعَ عَشْرَةَ، وخَمْسَ عَشْرَةَ

“Kalau anda berpuasa dalam sebulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas dan lima belas.” [HR. Tirmizi, no. 761 Nasa’i, no. 2424. Hadits dinyatakan hasan oleh Tirmizi dan disetujui Albany di ‘Irwa’ Al-Golil, (947)]

Baca Juga: Sejarah Diperintahkannya Puasa Kepada Umat Islam

Hadits Keempat: Puasa yang menyempurnakan puasa lain

Dari Aisyah Radhiallahu anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ‏.‏ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan tidak berpuasa. Saya tidak melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadan, dan saya tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa dibandingkan pada bulan Sya’ban.” [HR. Bukhori, (1868) dan Muslim, (1156)]

Hadits Kelima: Amalan yang konsisten dijalankan Nabi Muhammad SAW

Dari Abu Salamah bahwa Aisyah Radhiyallahu anha memberitahuan kepadanya seraya berkata:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ وَكَانَ يَقُولُ خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّتْ وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً دَاوَمَ عَلَيْهَا

“Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa dalam sebulan lebih banyak dibandingkan di bulan Sya’ban. Sesungguhnya beliau berpuasa bulan Sya’ban semuanya. Dan beliau juga bersabda, “Ambillah (lakukan) amalan yang kalian mampu. Karena Allah tidak bosan sampai anda semua bosan. Dan shalat yang paling disukai Nabi Shallallahu alaihi wa sallam apa yang dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit. Kalau beliau menunaikan shalat, beliau lakukan secara terus menerus.” [HR. Bukhori, no. 1869 dan Muslim, no. 782].

Demikian hadits-hadits tentang perintah puasa Ayyamul Bidh. Semoga Allah selalu memberikan kita kesempatan untuk melakukan amalan sunah yang mulia tersebut. Amin.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi