Akurat

Kisah Lucu: Saat Abu Nawas Sembuhkan Raja dengan Telur Unta

Thony H | 30 Juni 2022, 19:04 WIB
Kisah Lucu: Saat Abu Nawas Sembuhkan Raja dengan Telur Unta

AKURAT.CO Meski Abu Nawas bukan orang kerajaan, namun ia dikenal dekat dengan baginda raja. Hal itu sebab ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kecerdikan dalam memberikan solusi-solusi yang dihadapi oleh baginda raja.

Suatu ketika Baginda Raja Harun Al-Rasyid terkena penyakit yang sangat aneh. Badannya panas, tubuhnya lemas hingga baginda tidak kuat untuk melangkah. Beberapa tabib dari penjuru negeri sudah mencoba untuk mengobati baginda, namun tetap saja tidak ada perubahan sama sekali.

Meski begitu, baginda tidak pernah menyerah. Keinginan untuk sembuh sangatlah besar. Baginda akhirnya memutuskan untuk membuat sayembara. Sayembara itu berisikan tentang siapa saja yang dapat menyembuhkan raja, maka dia akan mendapat hadiah. 

Berita sayembara itu kemudian disebar dan menjadi trending topik. Abu Nawas yang mendengar sayembara itu merasa tertarik untuk mengikutinya.

Hingga pada suatu ketika Abu Nawas pergi ke istana dan menghadap Raja Harun Al-Rasyid. Namun kedatangan Abu Nawas membuat baginda heran. Karena setahu baginda, Abu Nawas bukanlah seorang tabib yang bisa mengobati penyakit.

"Wahai Abu Nawas, setahuku kamu itu bukan seorang tabib, tapi mengapa engkau mengikuti sayembara ini?" tanya baginda heran.

Abu Nawas hanya tersenyum setelah mendengar perkataan baginda. Abu Nawas justru berhasil meyakinkan baginda bahwa dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang yang sakit. Abu Nawas mulai bertanya perihal penyakit yang sedang diderita baginda.

"Aku juga tidak tahu, tetapi aku merasa bahwa rasanya seluruh tubuhku terasa sakit dan badanku panas. Aku merasa lesu," keluh baginda.

Mendengar keluhan rajanya itu, Abu Nawas sontak saja tertawa lebar. Hal tersebut tentu saja membuat baginda tersinggung.

"Tidak paduka yang mulia, kalau penyakit seperti itu sih gampang sekali menemukan obatnya," jelas Abu Nawas.

Baginda kaget dan menanyakan nama obat serta dimana baginda bisa memperolehnya.

"Obat itu adalah telur unta, paduka yang mulia bisa mendapatkannya di kota Baghdad," jelas Abu Nawas.

Karena mempunyai tekad yang kuat untuk segera sembuh, keesokan harinya, baginda segera mencari obat tersebut. Baginda pergi dengan ditemani oleh pengawal dengan memakai busana rakyat biasa agar tidak dikenali oleh rakyatnya. Hampir seluruh pasar yang ada di kota Baghdad sudah baginda cari.

Namun mereka tidak kunjung juga menemukan telur unta yang dimaksud Abu Nawas. Baginda tetap mengelilingi kota meskipun pengawalnya sudah sangat kelelahan. Kali ini baginda tampak menggerutu sambil berencana akan memberikan hukuman kepada Abu Nawas jika ia tidak bisa menemukan obat itu.

Sebelum kembali ke istana, baginda melihat seorang kakek yang membawa ranting.

"Tunggu kek, bolehkah saya bertanya sesuatu?" cegat baginda.

Setelah bertatap muka, baginda merasa kasihan melihat kakek itu dan menawarkan diri untuk membawakan kayu-kayu tersebut sampai ke rumah sang kakek. Setibanya di rumah, baginda pun menanyakan tentang telur unta kepada kakek itu.

"Telur unta?" si kakek kemudian berpikir sejenak lalu tertawa lebar.

Sang kakek menjelaskan bahwa di dunia ini mana ada telur unta. Setiap hewan yang memiliki daun telinga itu melahirkan, bukan bertelur. Baginda dan pengawalnya tersentak kaget mendengar penjelasan kakek itu. Akhirnya raja menjadi sangat murka dan merasa dirinya telah dipermainkan oleh Abu Nawas.

Pagi harinya, raja segera memanggil Abu Nawas untuk menghadap.

"Wahai Abu Nawas, berani sekali kamu mempermainkan aku, bukannya unta tidak bertelur?" ujar sang raja yang kesal.

"Betul, paduka," jawab Abu Nawas.

Mendengar itu, baginda segera memerintahkan pengawalnya untuk memberikan hukuman berat kepada Abu Nawas.

"Tunggu, sebelum menghukum, bagaimana kondisi kesehatan paduka?" tanya Abu Nawas.

"Aku baik, tubuhku tidak lemas dan sudah tidak pegal lagi," jawab raja.

"Berarti saya berhasil menyembuhkan paduka ya, dan saya berhak untuk mendapatkan hadiah sayembara itu," ujar Abu Nawas dengan senyuman lebar.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi