Akurat

Penuh Makna, Ini 8 Kata-Kata Bijak KH Nasaruddin Umar

| 29 Desember 2021, 06:00 WIB
Penuh Makna, Ini 8 Kata-Kata Bijak KH Nasaruddin Umar

AKURAT.CO Cendekiawan Muslim KH Nasaruddin Umar merupakan seorang ulama yang sangat santun dan memiliki akhlak yang mulia. Kiai yang menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini dilahirkan di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959.

Sebagai ulama dan juga pendakwah, tentu banyak sekali nasihat-nasihat atau kata-kata bijak dari beliau yang perlu kita jadikan sebagai motivasi hidup untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa nasihat atau kata-kata bijak dari Nasaruddin Umar. Simak ulasannya sampai selesai ya.

Pertama, “Semakin dalam kita belajar agama kita sendiri, maka semakin damai kita dengan agama lain. Tapi semakin dangkal pemahaman kita tentang agama sendiri, maka semakin gampang kita terprovokasi untuk konflik dengan agama lain”.

Kedua, “Orang yang suka menyalahkan orang lain pertanda masih harus belajar. Orang yang mulai menyalahkan dirinya pertanda sedang belajar. Orang yang tidak menyalahkan orang lain pertanda sudah selesai belajar, ia sudah arif. Orang arif tidak pernah mencari ‘kambing hitam’ tetapi diam-diam menyelesaikan persoalan tanpa menepuk dada”.

Ketiga, “Khusyuknya salat tergantung niat dan pada saat wudhunya, jika wudhunya tidak khusyuk maka tentu salatnya sulit khusyuk”.

Keempat, “Pancasila adalah karya nasionalis-nasionalis Indonesia yang sadar bahwa Indonesia beraneka budaya dan menuntut orang untuk bertoleransi”.

Kelima, "Keteladanan lebih efektif daripada khotbah. Tak ada guna saling menyalahkan. Lebih tragis lagi jika ada yang memolitisasi”.

Keenam, "Orang arif itu tidak gampang menyalahkan orang lain, tapi diam-diam menyelesaikan persoalan tanpa menepuk dada”.

Ketujuh, "Pancasila adalah karya nasionalis-nasionalis Indonesia yang sadar bahwa Indonesia beraneka budaya dan menuntut orang untuk bertoleransi”.

Kedelapan, “Musibah dan kekecewaan tidak mesti diratapi terlalu lama. Seringkali kita harus bersyukur bahwa musibah memang membawa kekecewaan hidup, tapi pada saat bersamaan, kita harus merasakan adanya kedekatan khusus antara diri kita dengan Tuhan”.

Demikianlah paparan singkat mengenai beberapa kata-kata bijak dari KH Nasaruddin Umar. Semoga bermanfaat dan memberi motivasi kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Wallahu A'lam Bishawab. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.