Akurat Logo

Dukung Prestasi Sepak Bola Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics Tekankan Pentingnya Kesehatan Mata

Yosi Winosa | 4 November 2026, 20:32 WIB
Dukung Prestasi Sepak Bola Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics Tekankan Pentingnya Kesehatan Mata
Melalui seminar bersama komunitas sepak bola, JEC Eye Hospitals and Clinics mengulas dominansi mata dan koordinasi gerak untuk mendukung pembinaan serta performa pemain

AKURAT.CO Di balik sengitnya pertandingan sepak bola, mata berperan penting dalam membaca pergerakan lawan, mencari ruang, hingga menentukan peluang. Informasi visual diolah otak menjadi keputusan yang diterjemahkan melalui gerakan tubuh, membantu pemain merespons situasi dan menjalankan taktik tim.

Karena itu, kesehatan mata perlu diperhatikan sejak masa pembinaan hingga jenjang profesional. Deteksi dini dan pemeriksaan mata membantu mengenali gangguan penglihatan agar pemain memperoleh penanganan yang sesuai untuk menunjang performanya di lapangan.

Peran tersebut menjadi perhatian JEC Eye Hospitals and Clinics melalui seminar “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda” yang diselenggarakan pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Auditorium Istiantoro, RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan pelatih, pesepakbola, pengurus sekolah sepak bola (SSB), dan pegiat sepak bola dengan praktisi kesehatan, serta turut disiarkan secara daring.

Baca Juga: Bulog Bakal Bangun Pabrik Karung Plastik, Jakarta Jadi Pilot Project

Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, dokter spesialis mata sekaligus Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan, JEC Eye Hospitals and Clinics; Coach Indra Sjafri, Tokoh Sepak Bola Nasional; serta dr. Tommy Desky, dokter sekaligus analis sepak bola. Dengan dr. Agung Santoso, AIFO-K, sebagai moderator.

Para pembicara memadukan perspektif medis dan pengalaman kepelatihan untuk membahas bagaimana fungsi penglihatan mendukung kemampuan individu dan penerapan taktik tim. Selain sesi diskusi dan tanya jawab, forum seminar ini juga menggelar pemeriksaan mata bagi tiap peserta seminar, serta sesi kuis dan doorprize dengan berbagai hadiah yang menarik.

Dua mata pemain itu harus berfungsi optimal dan sangat jelas, untuk bisa dengan maksimal mengamati, lalu memperhitungkan ketepatan respons kepada bola yang hendak ia eksekusi selanjutnya.

Fakta menunjukkan bahwa kalau kondisi mata pemain ada kelainan, maka kemampuan menangkap kejernihan fokus dan kejelasan dari bola yang bergerak atau kondisi lapangan serta perubahan cuaca juga akan mudah menurun.

"Sebagai trusted eye care leader, JEC Eye Hospitals and Clinics ingin mendorong perhatian yang lebih menyeluruh terhadap fungsi penglihatan, sehingga gangguan penglihatan dapat dikenali sejak dini dan setiap pemain memperoleh pemeriksaan serta penanganan yang sesuai, mulai dari masa pembinaan hingga jenjang profesional," ujar Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, dokter spesialis mata sekaligus Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan, JEC Eye Hospitals and Clinics.

Memahami Crossed Laterality untuk Mendukung Pembinaan Pemain

Salah satu pembahasan utama dalam seminar ini adalah crossed laterality atau dominansi silang, yaitu ketika mata dominan berada pada sisi yang berlawanan dengan tangan dan/atau kaki dominan.

Contohnya, seorang pemain memiliki mata kiri dominan dengan kaki kanan dominan. Karena itu, pemetaan profil pemain mencakup keterkaitan dominansi mata, tangan, dan kaki untuk memahami koordinasi penglihatan dan geraknya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.