Akurat Logo

Jenis Tikus Pembawa Hantavirus di Indonesia, Waspadai Penularannya

Titania Isnaenin | 12 Mei 2026, 18:00 WIB
Jenis Tikus Pembawa Hantavirus di Indonesia, Waspadai Penularannya
Tikus Pembawa Hantavirus di Indonesia.

AKURAT.CO ​Indonesia menghadapi ancaman kesehatan tersembunyi dari hantavirus, virus mematikan yang dibawa oleh berbagai spesies tikus dan telah terdeteksi keberadaannya sejak tahun 1980-an. ​

Meskipun sering kali terabaikan di balik penyakit populer lainnya, penelitian menunjukkan seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6 persen. ​

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap jenis tikus tertentu dan mekanisme penularannya yang sering kali tidak disadari melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.

Jenis Tikus Pembawa Hantavirus di Indonesia

​Tikus merupakan reservoir utama atau inang alami bagi hantavirus, di mana setidaknya terdapat 15 spesies tikus di Indonesia yang terkonfirmasi membawa virus ini. ​Jenis virus yang paling sering ditemukan di tanah air adalah Seoul virus (SEOV) yang memiliki kaitan erat dengan habitat manusia.

Spesies Tikus yang Perlu Diwaspadai

Beberapa jenis tikus yang telah diidentifikasi sebagai pembawa hantavirus di lingkungan pemukiman dan pertanian meliputi:

  1. Tikus Rumah (Rattus rattus dan Rattus tanezumi): ​Spesies ini sangat umum ditemukan di dalam rumah dan merupakan penyebar utama SEOV karena kedekatannya dengan aktivitas manusia sehari-hari.

  2. Tikus Got (Rattus norvegicus): ​Sering ditemukan di area perkotaan dengan sanitasi buruk, tikus ini juga menjadi inang bagi penyebaran virus di lingkungan padat penduduk.

  3. Tikus Sawah (Rattus argentiventer): ​Spesies ini membawa risiko penularan bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian.

Mekanisme Penularan dan Gejala

​Penularan hantavirus unik karena tidak menyebar antarmanusia, melainkan melalui kontak dengan material yang telah terkontaminasi oleh tikus yang terinfeksi.

Cara Virus Masuk ke Tubuh Manusia

Manusia dapat tertular hantavirus melalui beberapa jalur berikut:

  1. Aerosol: ​Menghirup udara yang mengandung partikel debu yang terkontaminasi oleh urin, feses, atau air liur tikus.

  2. Kontak Langsung: ​Menyentuh kotoran tikus atau permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

  3. Luka Terbuka: ​Virus masuk melalui kulit yang mengalami luka saat bersentuhan dengan material yang terinfeksi.

  4. Manifestasi Klinis: HFRS dan HPS

​Hantavirus dapat menyebabkan dua kondisi medis yang sangat serius dengan tingkat kematian (CFR) mencapai 50 persen pada kasus tertentu. ​

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.