Jenis Tikus Pembawa Hantavirus di Indonesia, Waspadai Penularannya

AKURAT.CO Indonesia menghadapi ancaman kesehatan tersembunyi dari hantavirus, virus mematikan yang dibawa oleh berbagai spesies tikus dan telah terdeteksi keberadaannya sejak tahun 1980-an.
Meskipun sering kali terabaikan di balik penyakit populer lainnya, penelitian menunjukkan seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6 persen.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap jenis tikus tertentu dan mekanisme penularannya yang sering kali tidak disadari melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.
Jenis Tikus Pembawa Hantavirus di Indonesia
Tikus merupakan reservoir utama atau inang alami bagi hantavirus, di mana setidaknya terdapat 15 spesies tikus di Indonesia yang terkonfirmasi membawa virus ini. Jenis virus yang paling sering ditemukan di tanah air adalah Seoul virus (SEOV) yang memiliki kaitan erat dengan habitat manusia.
Spesies Tikus yang Perlu Diwaspadai
Beberapa jenis tikus yang telah diidentifikasi sebagai pembawa hantavirus di lingkungan pemukiman dan pertanian meliputi:
Tikus Rumah (Rattus rattus dan Rattus tanezumi): Spesies ini sangat umum ditemukan di dalam rumah dan merupakan penyebar utama SEOV karena kedekatannya dengan aktivitas manusia sehari-hari.
Tikus Got (Rattus norvegicus): Sering ditemukan di area perkotaan dengan sanitasi buruk, tikus ini juga menjadi inang bagi penyebaran virus di lingkungan padat penduduk.
Tikus Sawah (Rattus argentiventer): Spesies ini membawa risiko penularan bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian.
Mekanisme Penularan dan Gejala
Penularan hantavirus unik karena tidak menyebar antarmanusia, melainkan melalui kontak dengan material yang telah terkontaminasi oleh tikus yang terinfeksi.
Cara Virus Masuk ke Tubuh Manusia
Manusia dapat tertular hantavirus melalui beberapa jalur berikut:
Aerosol: Menghirup udara yang mengandung partikel debu yang terkontaminasi oleh urin, feses, atau air liur tikus.
Kontak Langsung: Menyentuh kotoran tikus atau permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Luka Terbuka: Virus masuk melalui kulit yang mengalami luka saat bersentuhan dengan material yang terinfeksi.
Manifestasi Klinis: HFRS dan HPS
Hantavirus dapat menyebabkan dua kondisi medis yang sangat serius dengan tingkat kematian (CFR) mencapai 50 persen pada kasus tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla





