Kenali Penyebab Sakit Leher saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami adalah sakit di bagian leher. Sakit di bagian leher selama kehamilan memang umum terjadi. Hampir 40% ibu hamil di Indonesia mengalaminya, khususnya selama trimester dua atau tiga.
Tidak mengherankan bahwa tubuh bumil mengalami perubahan yang signifikan. Selama kehamilan, nyeri leher dan bahu sering terjadi karena berat badan bayi yang bertambah, perubahan hormon, serta perubahan gaya hidup.
PAFI dengan alamat website pafikotautara.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme dan riset di bidang farmasi, terutama terkait obat-obatan.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sakit leher selama kehamilan, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Baca juga: Kenali Penyebab Kulit Gatal saat Hamil, PAFI Berikan Informasi Pengobatan
Apa saja faktor penyebab terjadinya sakit di bagian leher pada ibu hamil?
Secara umum, sakit leher saat hamil merupakan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul di area leher, yang bisa terjadi di bagian belakang, kiri, kanan, atau depan leher. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada otot leher, saraf yang terjepit, atau pengapuran sendi leher. Sakit leher dapat terasa ringan hingga parah, dengan sensasi seperti tertekan, tajam, atau berdenyut, dan sering memburuk saat melakukan gerakan tertentu. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya sakit leher selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Perubahan hormon selama kehamilan
Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami peningkatan produksi hormon-hormon tertentu, terutama relaksin dan progesteron. Hormon relaksin berfungsi untuk melunakkan ligamen dan sendi di seluruh tubuh agar rahim dapat meregang dan persalinan dapat berlangsung lebih mudah. Namun, efek samping dari hormon ini adalah melemahnya stabilitas ligamen dan otot, termasuk di daerah leher dan tulang belakang.
2. Perubahan postur tubuh akibat perut membesar
Seiring bertambahnya usia kehamilan, perut ibu membesar secara signifikan. Perubahan ini menyebabkan pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan, sehingga tubuh harus menyesuaikan postur untuk menjaga keseimbangan. Kepala dan leher cenderung terdorong ke depan (forward head posture), menyebabkan ketegangan otot leher dan bahu.
Baca juga: Kenali Penyebab Bibir Kering dan Gatal pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan
Otot-otot leher dan punggung bagian atas harus menahan beban tambahan, sehingga mudah mengalami kelelahan dan nyeri. Postur yang buruk, seperti membungkuk saat duduk atau berdiri, memperparah tekanan pada otot dan sendi leher.
3. Penambahan berat badan yang signifikan
Selama kehamilan, berat badan ibu biasanya bertambah antara 10-15 kg, tergantung kondisi masing-masing. Penambahan berat badan ini memberikan beban ekstra pada tulang belakang, otot, dan ligamen.
Otot leher harus menahan beban kepala yang berat, ditambah beban tubuh yang bertambah, sehingga mudah tegang dan nyeri. Penambahan berat badan yang tidak proporsional (misalnya kenaikan berat badan berlebihan) dapat memperburuk tekanan pada struktur leher dan tulang belakang.
4. Kurangnya aktivitas fisik dan jarang bergerak
Ibu hamil seringkali mengurangi aktivitas fisik karena merasa cepat lelah, nyeri, atau takut cedera. Namun, kurangnya gerakan dan olahraga justru membuat otot-otot menjadi kaku dan lemah. Otot leher yang jarang digunakan menjadi kurang fleksibel dan mudah tegang.Kurangnya peregangan dan penguatan otot menyebabkan postur tubuh memburuk dan meningkatkan risiko nyeri leher. Aktivitas fisik ringan seperti senam hamil atau yoga dapat membantu menjaga kekuatan dan kelenturan otot.
Baca juga: Kenali Penyebab Sariawan pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
5. Posisi tidur yang kurang tepat
Posisi tidur sangat berpengaruh pada kesehatan leher. Ibu hamil dianjurkan tidur miring ke kiri untuk meningkatkan aliran darah ke janin, tetapi posisi ini jika dilakukan terus-menerus tanpa variasi bisa menyebabkan ketegangan otot leher. Penggunaan bantal yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau terlalu keras dapat menyebabkan posisi leher menjadi tidak alami saat tidur.
6. Stres dan faktor psikologis
Kehamilan seringkali diiringi dengan perubahan psikologis dan emosional yang signifikan. Stres, kecemasan, dan kelelahan mental dapat memicu ketegangan otot.Stres menyebabkan otot-otot, terutama di area leher dan bahu, menjadi tegang dan kaku.Ketegangan otot akibat stres dapat menyebabkan nyeri kronis jika tidak dikelola dengan baik
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sakit di bagian leher pada ibu hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama sakit di bagian leher selama kehamilan. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sakit di bagian leher selama kehamilan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
Baca juga: Kenali Penyebab Sakit Gigi Sering Kambuh saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
1. Parasetamol
Parasetamol adalah obat pereda nyeri yang paling umum dan dianggap aman untuk ibu hamil jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Obat ini efektif meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk nyeri otot dan leher. Dosis maksimal yang disarankan adalah 4.000 mg per hari, dan sebaiknya digunakan dalam jangka waktu singkat serta sesuai petunjuk dari apoteker.
2. Salep, krim, dan koyo penghilang nyeri
Produk topikal seperti koyo, balsem, atau salep yang mengandung metil salisilat, mentol, atau capsaicin kadang digunakan untuk meredakan nyeri otot. Penggunaan produk ini pada ibu hamil harus sangat hati-hati dan sebaiknya berkonsultasi langsung dengan apoteker, karena beberapa bahan aktif dapat terserap ke dalam darah dan berpotensi mempengaruhi janin.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi sakit di bagian leher selama kehamilan adalah pijat terapi. Pijat ringan dengan teknik yang lembut dapat membantu mengendurkan otot leher yang tegang. Gunakan minyak alami yang aman untuk ibu hamil, seperti minyak lavender atau minyak kelapa.
Baca juga: Kenali Penyebab Radang Tenggorokan saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
Selain itu, gunakan kompres hangat untuk membantu meningkatkan aliran darah dan merelaksasi otot yang tegang. Penggunaan kompres dilakukan selama 15-20 menit beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 8Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







