Akurat Logo

Kenali Penyebab Keputihan Abnormal pada Wanita, PAFI Berikan Solusi

Ikhwan Fajar Ramadhan | 17 April 2025, 09:30 WIB
Kenali Penyebab Keputihan Abnormal pada Wanita, PAFI Berikan Solusi

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada wanita, salah satunya yang sering dialami adalah keputihan.

Secara umum, keputihan normal ditandai dengan jumlah keputihan yang bening dan tidak adanya bau. Sedangkan keputihan abnormal menimbulkan rasa nyeri, bau tidak sedap, serta pembengkakan di area intim. Hal ini cukup berbahaya, sehingga membutuhkan pengobatan segera.

PAFI dengan alamat website pafikarokab.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme serta etika ahli farmasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab keputihan abnormal pada wanita, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya keputihan abnormal pada wanita?

Keputihan abnormal merupakan kondisi keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal baik dari segi warna, bau, jumlah, maupun konsistensi. Kondisi ini biasanya menandakan adanya gangguan atau infeksi pada organ reproduksi wanita. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya keputihan abnormal pada wanita yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya infeksi bakteri

Vagina normalnya memiliki keseimbangan flora mikroorganisme, terutama bakteri lactobacillus yang menghasilkan asam laktat untuk menjaga pH vagina tetap asam (sekitar 3,8-4,5). Kondisi ini mencegah pertumbuhan bakteri patogen. Namun, jika terjadi ketidakseimbangan, bakteri anaerob seperti gardnerella vaginalis dan mycoplasma hominis dapat berkembang berlebihan, menyebabkan vaginosis bakterialis.

2. Adanya infeksi jamur

Candida albicans adalah jamur yang secara alami hidup di vagina dalam jumlah kecil. Ketidakseimbangan mikrobiota atau penurunan daya tahan tubuh dapat menyebabkan jamur ini berkembang berlebihan dan menyebabkan infeksi.

3. Iritasi dan alergi

Pada sebagian wanita, penggunaan produk pembersih vagina yang mengandung bahan kimia keras, sabun beraroma, tisu basah, deterjen pakaian yang tidak cocok, atau penggunaan pembalut dan tampon yang tidak higienis dapat menyebabkan iritasi pada vagina seperti gatal, kemerahan, pembengkakan, dan keputihan yang berubah warna dan bau.

4. Kebiasaan dan perilaku yang tidak sehat

Sebagian wanita mungkin tidak menyadari perilaku yang tidak sehat juga menimbulkan keputihan abnormal, seperti membersihkan area kewanitaan dengan cara yang salah (dari anus ke vagina) dapat memperkenalkan bakteri dari anus ke vagina. Selain itu, hubungan seksual yang kasar atau terlalu sering tanpa pelumas dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

5. Perubahan hormonal

Penurunan hormon estrogen menyebabkan penipisan dinding vagina, perubahan pH, dan berkurangnya produksi lendir pelindung sehingga rentan infeksi. Selain itu, pada masa kehamilan terjadi peningkatan aliran darah ke daerah genital dapat menyebabkan peningkatan keputihan, yang jika tidak normal bisa menjadi tanda infeksi.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati keputihan abnormal pada wanita?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari keputihan abnormal pada wanita. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala keputihan abnormal pada wanita serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Metronidazole

Metronidazole adalah obat lini pertama untuk vaginosis bakterialis dan trikomoniasis. Obat ini sangat efektif dalam membunuh bakteri anaerob dan parasit. Dosis penggunaan dalam bentuk tablet oral, biasanya 500 mg dua kali sehari selama 7 hari.

2. Clindamycin

Clindamycin adalah antibiotik spektrum luas yang efektif melawan bakteri anaerob penyebab vaginosis bakterialis. Apoteker akan meresepkan mengonsumsi dalam bentuk kapsul oral 300 mg dua kali sehari selama 7-10 hari.

3. Fluconazole

Fluconazole termasuk obat anti jamur golongan azol yang bekerja dengan menghambat sintesis ergosterol, komponen penting membran sel jamur. Penggunaan dalam bentuk dosis tunggal 150 mg untuk infeksi kandidiasis vagina sederhana.

4. Nystatin

Nystatin termasuk obat antijamur yang bekerja dengan merusak membran sel jamur. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau ovula vagina, digunakan selama 7-14 hari.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gejala keputihan abnormal adalah minum banyak air putih serta pola hidup yang lebih sehat. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.